Love Struck Part 1

Tittle                                      : Love Struck Part.1
Cast                                       : Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun (SeoKyu couple)

Older Cast                           : Lee Taemin, Choi Sulli, Kim Hyoyeon

Cameo                                  : All member Super Junior, SNSD, and find out for yourself.

Genre                                   : Romance, Frienship, Family.

Lenght                                  : Chaptered

Rating                                   : PG (Parental Guidance Suggested)

Author                                  : Yoo Rae (Rachel)

***

~Author POV~

Di pagi hari yang cerah ini di sebuah perumahan sederhana yang berpenghuni sebuah keluarga kecil. Nampak seorang gadis sedang menghabiskan sarapannya di meja makan. Seorang gadis bertubuh mungil dengan wajah imut itu tampak gelisah. Gelisah karena sebentar lagi ia akan segera memasuki hari pertama di kampusnya. Sebenarnya ia tampak senang juga. Tapi ia gelisah karena ia tidak menginginkan kuliah di kampus yang bernama SM University itu. Orang tuanya lah yang memaksanya. Tentunya ia juga tidak akan mengecewakan kedua orang tuanya. Dengan sedikit keterpaksaan dia akan tetap berkuliah. Mungkin ia juga akan terbiasa dengan sekolah itu.

“Eomma aku berangkat ya.”pamit yeoja itu sambil melangkah mendekati ibunya di dapur dengan sedikit malas. “Ne, Hyunnie-ya, ini bekalmu. Jangan lupa dimakan ya.” jawab sang ibu dari yeoja yang sekarang berumur 19 tahun itu sambil menyerakan lunch box kepada putri semata wayangnya. Yeoja berkulit putih itu pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju halte bus. Dia menunggu bus yang akan membawanya ke kampus itu.

-At SM University-

 

~Seohyun POV~

Aku sudah sampai di kampus ini. Aku menulusuri langkah ku untuk mencari kelasku. Kelasku adalah Vocal-I. Kali ini aku berhak menentukan apa jurusan kelasku. Aku ingin mengasah bakat bernyanyi ku. Orang tua ku juga memakluminya.  Sudah ¼ bagian gedung sekolah yang megah ini ku telusuri. Tapi aku belum menemukan dimana keberadaan kelasku. Huft~ Tapi sepertinya aku melihat sebuah petunjuk. Yap, aku menemukan denah sekolah ini.

“Yeay, akhirnya aku menemukan petunjuk juga!”pekikku senang.

Sekarang aku sedang serius mencermati denah ini. Aish. Aku tidak mengerti dan tetap tidak menemukan jawaban dimana keberadaan kelasku. Tapi aku tahu gedung tempat kelasku berada di Artnation Building, lalu yang menjadi masalahnya aku tidak tahu ada di gedung berapa. Aku tahu gedung di sekolah yang tengah diimpi-impikan remaja ababil zaman sekarang ini ada 4 gedung didalamnya, yaitu Economic & Technical Building, Social Political Building, Journalistic Building, dan gedung tempat kelaskku. Mati saja jika aku sampai salah gedung. Sekolah ini kan luas sekali. Tak lama seorang yeoja berdiri di sebelahku sambil mencermati denah sekolah juga. Tapi berbeda dengan aku yang sangat lemot untuk mencermati denah ini.

“Yap, ini dia kelasku Dance-I di gedung 4.”yeoja itu bergumam. Tapi gumamannya cukup terdengar oleh ku. Tapi…Jleb~

“AAAAA!” pekikku tertahan. Ternyata kelasku berada di gedung 4. Jika yeoja ini ada di kelas Dance-I berarti aku tidak salah menduga. Karena di gedung Artnation mencakup kelas-kelas yang berkaitan dengan seni. Aku sangat yakin kelas ku itu berada dalam satu gedung dengannya. Baiklah aku akan segera kekelas ku yang berada sangat jauh dari gedung yang saat ini aku berada.

***

“Huh akhirnya sampai juga di gedung ini.”gumamku. Aku berjalan menelusuri beberapa kelas, terlihat sederet kelas berlabel Vocal-III, Vocal-II, dan yap ini dia kelasku Vocal-I. Didepan pintu kelas aku tampak ragu. Tapi sudahlah, tanpa banyak berfikir segera ku buka pintu kelasku dan memasukinya. Hanya ada beberapa yeoja didalam. Aku memilih tempat duduk di barisan ke 4 dari pintu kelas dan duduk di bangku nomor 2 dari depan. Aku memutuskan untuk keluar kelas dan mengelilingi sekitar gedung. Ku seret kakiku ini  menuju taman di halaman kampus tak jauh dari kelasku. Aku memutuskan untuk duduk di kursi taman tersebut. Aku meraih smartphone ku di saku seragamku.

“Hah, sepi sekali Hpku ini. Lebih baik aku menelpon Taeyeon Eonni.”aku menekan speed dial di Hp ku dan mendengarkan nada sambung sejenak.

“Yeobseo.”

“Yeobseo eonni. Apa aku mengganggumu?”sapaku memulai percakapan ini.

“Tidak. Waeyo Seohyun?”

 

“Aniyo, aku hanya ingin memberitahu bahwa  aku sudah memasuki kampus baruku eonni.”

“Bagaimana, kau senang?”

“Hmm, aku akan membiasakan diri.”

“Ne, kamu juga tidak akan mengecewakan eomma dan appa mu kan? Jadi kuliah dan belajarlah yang benar. Eonni akan mendukungmu. Fighting Seohyun!”

“Gomawo atas dukunganmu. Fighting. Eonni aku tidak sabar ingin bertemu eonni!”

“Ne, sudah sekarang kau belajarlah. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Arrachi?”

“Ne eonni. Annyonghi kyeshipshio eonni!”aku mengakhiri telpon. Yap Taeng eonni adalah anak dari Kim He Ra Ahjuma. Ahjuma Kim adalah kakak dari eomma ku. Aku sangat dekat dengan Taeng eonni. Aku juga sering mencurahkan isi hatiku padanya. Tak lama setelah aku bertelpon dengan Taeng eonni, seorang yeoja berdiri didepanku.

“Annyeong! Bolehkah aku duduk disebelahmu?”tanya yeoja itu.

“Ne duduklah.”aku memberi izin. Ku perhatikan yeoja ini sepertinya yeoja ini tidak asing.

‘Sepertinya aku pernah melihatnya.’ gumamku dalam hati sambil terus memperhatikan yeoja itu.

Omo!! Yeoja ini adalah yeoja yang bertemu saat aku sedang melihat denah sekolah. Yeoja ini juga yang memberiku petunjuk dimana keberadaan kelasku. Tiba-tiba ia membuka pembicaraan.

“Yak! Kenapa kau meliahat ku seperti itu. Perkenalkan aku Kim Hyoyeon imnida, kelas Dance-I.”ujarnya ramah namun antusias. Tidak salah dugaan ku bahwa ini yeoja yang bertemu dengannya tadi pagi.

“Oh ne. Aku Seo Joo Hyun. Seohyun imnida, kelas Vocal-I. Senang beremu dengan mu Hyoyeon-ssi.”ucapku sambil menyunggingkan senyuman termanis ku. Aku sengaja tidak memberitahunya bahwa kita pernah bertemu sebelumnya. Karena mungkin dia tidak menyadari bahwa kita pernah bertemu.

“Ya! Sepertinya aku harus kembali ke kelas. Bagaimana kita bertemu lagi saat istirahat nanti di kantin. Arraseo?”ajaknya.

“Ne, Arra. Aku akan menemui mu.”aku setuju sambil mengacungkan kedua jempolku kepada Hyoyeon tanda setuju. Sepertinya dia orang yang baik. Benar saja kata Hyoyeon, dia harus kembali ke kelas. Tak lama setelah itu bel masuk berbunyi. Aku balik menuju kelasku.

***

 

Aku sudah duduk manis dikelas suasana di kelas sangat riuh. Ada yang berbincang-bincang serta bercanda. Ada yang duduk manis sepertiku. Entahlah sangat gaduh lah pokoknya. Beberapa saat kemudian seorang seonsaengnim memasuki kelas kami.

“Annyeonghaseyo anak-anak. Saya Park Hae Shik imnida. Saya adalah wali kelas kalian. Hari ini saya ingin membagikan lembar berisikan biodata yang harus dilengkapi. Dan besok harus dikumpulkan. Dan juga saya akan membagikan namtag ini.”ucap seonsaengnim itu sambil mengacungkan namtag.

“Kalian pakai setiap hari di sebelah kiri baju kalian. Jangan sampai tidak dipakai . Arraseo? Baiklah informasi dari saya cukup untuk hari ini. Jangan ribut dikelas dan saling berkenalanlah!” perintah seonsaengnim yang bernama Park Hae Shik itu. Lalu ia pergi meninggalkan kelas.

Selama dikelas aku hanya bengong dan sesekali membaca buku pelajaran. Sesekali juga aku melamun. Aku tidak berniat berkenalan dengan teman-teman saat ini. Begitulah yang ku lakukan sampai bel istirahat tiba.

***

Saat istirahat tiba. Aku keluar kelas sambil membawa bekalku. Aku akan menepati janjiku pada Hyoyeon. Aku akan kekantin menemuinya. Aku berjalan menuju kantin, kantin ini berada ditengah gedung 3&4. Sehingga aku harus sedikit menyebrang kearah sana. Aku berjalan dengan gontai dengan perasaan ceria kearah kantin dengan membawa bekalku yang rencananya akan kumakan berdua dengan Hyoyeon nanti. Tiba-tiba~

DCIIIIIIIIIIIITTTT~

BRRRUUUUUUUGGKK~

Aku terserempet mobil. Lebih tepatnya seperti tertabrak. Aniyo! Aku memang tertabrak. Kakiku luka. Dan bekalku tumpah. Aishh! Siapa orang yang tega menabrakku ini? Aku mendangak melihat siapa yang menabrakku. Mobil sport mewah Lamborghini kini berada didepanku. Aduh! Siapa pula pengemudi sialan ini yang tega menabrakku seenak jidatnya? Aku berdiri tertatih dan dengan tergopoh-gopoh kearah kursi pengemudi. Mobil itu bill-up. Aku bisa melihat wajah namja itu dengan jelas. Hajiman, tidak sejelas yang ku kira. Ia memakai kaca mata hitam. Sulit untuk melihat wajah utuhnya.

“Yak! Neo! Kau ini punya mata tidak? Jelas-jelas aku sedang jalan. Kau bisa mengerem mobil mu kan? Tapi aku malah ditabrak seperti ini. Kau sengaja melakukannya? Sekarang lihat bekalku! Lihat juga kaki ku yang luka! Kau harus bertanggung jawab!!!”labrakku dengan penuh emosi.

“Begitukah? Kalau aku tidak mau?”balas namja itu dengan entengnya.

“Mau tidak mau kau harus tanggung jawab!! Babo-ya!!”

“Kau ini sudah menyebrang sembarangan! Beraninya menuduh bahwa aku yang salah.”kini namja itu yang melabraku.

“…”

Aku kehabisan kata-kata. Dengkulku yang luka ini sungguh perih. Aku kembali tersungkur. Tiba-tiba Hyoyeon menghampiriku dengan cemas.

“ Yak! Kenapa kau ini?”tanyanya panik. Kita baru kenal tapi dia nampak peduli denganku. Berarti dia benar orang yang baik.

“Kau lihat orang ini. Dia menabrakku! Dan dia tidak mau bertanggung jawab!” jawabku. Hyoyeon sibuk dengan luka ku, serta dia mebereskan tempat makan ku yang berisi bekal dari eomma yang tumpah begitu saja.

“Yak namja sialan! Minta maaf lah padaku, jika kau tidak mau bertanggung jawab!” ucap ku lagi kali ini untuk namja sialan itu.

“Cih! Meminta maaf, memang siapa kau, aku harus meminta maaf padamu?”decaknya sombong.

“Ya kau orang lah. Memang kau siapa? Dasar namja gila!”setelah Hyo membereskan tempat makan ku. Ia menoleh ke arah namja gila itu. Dia terperangah. Kenapa dia seperti itu?

“Omo! Cho Kyuhyun?!”seru Hyoyeon. Jadi namja itu bernama Cho Kyuhyun. Cih!

“Yak! Kenapa kau bisa mengenalnya?”  tanya ku emosi pada Hyo.

“Nanti akan ku jelaskan.”bisiknya sambil membantuku untuk berdiri. “Kyuhyun-ssi maaf kan sikap temanku ini.”ucap Hyo sambil bowing kearah namja ayan itu.

“Yak Hyo! Kenapa malah kau yang meminta maaf!”ucapku kesal.

“Yak kau belajarlah mengenal orang!”ucap namja itu lalu ia kembali masuk ke dalam mobil mewahnya dan melajukan mobilnya cepat meningglakanku dan Hyoyeon. Aku masih tidak mengerti dengan ucapannya.

“Yak sudahlah tidak usah memikirkan namja itu.”ucap Hyo sambil membopoh ku ke arah UKS. Setibanya di UKS, seorang dokter mengobati lukaku.

“Tidak terlalu parah lukanya. Tapi ku sarankan jangan banyak jalan dulu. Karena luka nya di sekitar lutut, jika kau berjalan terus takutnya akan memperlebar lukamu.”saran dokter.

“Ne, dokter. Akan ku usahakan.”balasku, lalu dokter itu pergi meninggalkan ku.

Hyoyeon mengantarku ke kelas. “Yak Hyoyeon! Aku masih tidak mengerti. Kanapa kau tau nama namja itu dan kau dengan mudahnya meminta maaf yang jelas-jelas bukan salahku dan juga salahmu?”

“Yak, aku yang harusnya bertanya padamu. Kenapa kau berani sekali melabrak namja itu?”

“Lho! Memang siapa dia aku harus takut dengannya?”

“Jadi kau sungguh tidak tahu siapa namja itu? Aigoo..” aku sudah sampai di depan kelasku.

“Masuklah ke kelasmu. Dan jangan keluar istirahat kedua sebelum aku menyamparmu. Arra?” ucap Hyo. Aku hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

Aku masuk ke kelasku. Ah, sepertinya sial telah menimpaku hari ini. Untung ada Hyoyeon yang menolongku. Dan namja itu! Awas kau sampai aku bertemu dengan mu aku tidak segan-segan menghajarmu.

 

**********

~Author POV ~

Hari ini Seohyun tidak masuk  ke kampusnya karena dari semalam tidak tahu mengapa badannya sangat lemas untuk digerakan. Badannya juga panas. Apakah efek luka karena tertabrak mobil sampai seperti ini? Hah, berlebihan sekali. Atau mungkin tubuh Seohyun yang memang sedang tidak vit.

Seohyun mengerjap-ngerjapkan matanya di pagi ini karena terik matahari sudah menembus gordyn kamarnya.

“Hooaam.. Sudah siang ya.”Seohyun meregangkan badan nya yang terasa kaku.

“Seohyun kau sudah bangun?”tanya eomma yang sekarang sudah berada di kamarnya dan duduk di tepi ranjang Seohyun.

“Ne eomma. Mianhae, aku tidak bisa kekampus hari ini eomma.”

“Gwenchanayo. Eomma mengerti, sekarang lebih kau istirahat saja dirumah. Dan apakah panasmu sudah menurun?”tanya eomma sambil menempelkan tangannya di dahi Seohyun.

“Sudah tidak terlalu eomma. Apakah eomma hari ini bekerja?”tanya Seohyun pada eommanya.

“Ne, mianhae tidak bisa menemanimu dirumah. Gwenchana?”

“Gwenchanayo eomma. Eomma kerja saja, mungkin nanti aku akan menghubungi Taeng eonni untuk menemaniku kalau dia bisa.”ucap Seohyun pada eomma sambil menyunggingkan senyuman termanisnya.

“Arraseo, eomma akan berangkat sekarang. Takut telat. Bye!”pamit eomma sambil mencium kening anaknya. Setelah itu eomma pergi meniggalkannya dikamar.

Seohyun kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia mengambil Hpnya yang tergeletak di atas meja sebelah tempat tidurnya. Seohyun berencana ingin memberitahu Hyoyeon bahwa dia tidak masuk karena sakit. Kemarin mereka sudah saling tukar nomor hp. Ternyata saat di cek Hyoeon sudah sms duluan. Lebih baik Seohyun langsung menghubunginya saja.

“Yeobseo?”sapa Seohyun.

“Yak! Kemana kau? Kenapa tidak masuk?”

 

“Mianhae aku sakit Hyo?”

 

“Mwoo?? Sakit? Apa luka mu serius?”

 

“Ani! Aku demam. Berlebihan sekali kau.”

“Ye, aku usahakan sepulang dari kampus aku akan menjenguk mu.”

 

“Ne, aku akan menghubungi mu lagi nanti. Sepertinya ada tamu dirumahku.”Seohyun mendengar bel rumahnnya berbunyi.

“Ne baiklah kalau begitu, bye!”akhir Hyo. Seohyun mengakhiri telponnya, lalu beranjak dari tempat tidurnya ke arah ruang tamu. Dia membuka pintunya.

~Seohyun POV~

“Ah, Taeng eonni!!!!”pekikku saat melihat siapa yang datang. Ternyata eonni ku yang sangat baik. Kebetulan sekali dia datang. Aku sangat merindukannya. Terakhir kita bertemu saat 2 bulan yang lalu saat dia menikah. Dia menikah dengan salah satu member boyband yang terkenal lho! Nama boyband itu adalah Super Junior. Namanya Park Jung Soo atau lebih akrab dengan Leeteuk oppa. Kudengar dia leader nya. Aku tidak sering menonton acara televisi. Jadi aku tidak begitu mengenal boyband itu. Aku lebih sering mendengarkan music dan membaca buku.

“Taeng eonni aku sangat merindukan mu.”aku memeluk Taeng eonni sangat erat. Taeng eonni juga membalas pelukan ku dan ia membelai rambut ku lembut.

“Bagaimana keadaan mu Seohyunie?”eonni melepaskan pelukan ku. Ternyata eonni sudah mengetahui bahwa aku sakit. Pasti dari eomma. Huft.

“Sudah membaik. Ah ayo masuk eonni. Apakah eonni bersama Leeteuk oppa?”tanya ku, aku juga rindu dengan oppa ku yang satu ini. Meskipun ia artis terkenal. Tapi dia tidak sombong dan baik hati pula.

“Oh dia ikut. Dia berada di mobil, sebentar aku panggil dia untuk masuk ya?”aku mengangguk. Saat eonni ingin menghampiri Leeteuk oppa. Dia menoleh kearah ku dan menghentikan langkahnya.

“Ya! Ada apa dengan kaki mu yang diperban?”yah, ternyata eonni menyadari lukaku yang sangat sial bagiku ini.

“Ah ini, nanti akan kuceritakan. Sudah cepat sana panggil Leeteuk oppa. Aku merindukannya tahu.”tukasku sambil mendorong punggung eonniku ini pelan. Sambil menunggu eonni dan oppa kembali. Aku mengecek hp ku karena tadi bergetar disaku ku. Ternyata sms dari Hyoyeon. Dia tidak jadi menjengukku karna harus menemani eommanya berbelanja.

Tak lama Leeteuk oppa masuk kedalam rumah dan dengan segera aku berlari tapi sedikit sakit pada kakiku tapi aku menghiraukannya, aku menghampiri Leeteuk oppa dan memeluknya.

“Oppa, bogosipheo.”lalu aku melepaskan pelukanku. Kami bertiga lalu duduk di sofa ruang tamu.

“Yak! Ada apa dengan kaki mu Seohyun?”kali ini oppa yang bertanya. Malas sekali aku untuk menjelaskannya.

“Itu, kemarin aku tertabrak mobil.”jawabku sesingkat mungkin.

“MWOOOO??”kejut eonni dan oppa ku berbarengan. Mereka kompak sekali.

“Yak! Biasa saja. Ekspresi kalian ini berlebihan sekali.”sergah ku untuk menyadari keterjutan mereka.

“Kenapa kau bisa tertabrak?”kali ini Taeng eonni yang betanya. Sekarang nadanya sudah biasa saja.

“Saat aku berjalan kearah kantin, jalannya memang sedikit menyebrang. Saat aku menyebrang itu juga aku tertabrak. Menyebalkan sekali. Ternyata yang menabrakku adalah mobil dengan pengemudinya namja. Lalu aku menghampiri pengemudi yang menabrak ku.”aku menghentikan penjelasanku. Aku ingin melanjutkannya tapi nanti dulu.

“Lalu??”tanya eonni dan oppa berbarengan. Lagi.

“Lalu, aku langsung melabraknya. Jelas dia yang salah. Sudah tahu aku sedang berjalan, tetap saja dia menabrak ku. Tapi responnya sama sekali tidak ku duga. Dia acuh dan terlihat sombong. Untung saja saat itu temanku datang menolongku. Nah, sekarang yang sedang aku bingungkan. Teman ku itu yang malah meminta maaf pada si penabrak. Apa salah dia coba?”aku memutus penjelasanku lagi. Berharap ini sudah cukup bagi oppa dan eonni. Namun, hah mereka meminta lebih tenyata.

“Lho, kenapa temanmu yang meminta maaf?”sekarang giliran Leeteuk oppa yang bertanya.

“Aku juga bingung. Saat temanku melihat siapa yang menabrak. Dia malah terkejut. Membuatku malah semakin bingung saja. Kalau tidak salah nama namja yang menabrakku itu Cho…Cho… Kyu..Aahh Cho Kyuhyun!”jawabku sambil mengingat nama namja pembawa sial itu.

“MWWOOOOOO??”eonni dan oppa terkejut lebih dari terkejutnya Hyoyeon saat itu. Aduh ada apa sih dengan namja itu?

“IH! Eonni! Oppa! Kenapa kalian malah membuat ku semakin bingung dengan keterkejutan kalian seperti itu?”ucapku sebal.

“Hah, si maknae itu membuat ulah lagi. Kali pada dongsaengku. Dasar!”Leeteuk oppa bergumam.

“Oppa bicara apa?”tanya ku yang kurang jelas dengan pernyataan Leeteuk oppa tadi.

“Yak Seohyun! Apakah kau tidak mengenalnya sama sekali?” tanya eonni sedikit emosi.

“Aniya.”jawabku singkat namun dengan nada yang tinggi.

“Seohyuuuun, kau benar-benar.”eonni terlihat seperti geregetan pada ku.

“Ihh, memang dia siapa sih? Semua orang bertanya seperti itu padaku. Memang kalau aku tidak mengenalnya salah? Memang semua orang itu harus mengenal namja pembawa sial itu? Apa jangan-jangan oppa dan eonni mengenalnya?”jawabku kesal dan curiga pada eonni dan oppa ku yang satu ini.

“Dia setiap hari bertemu dengan ku Seohyunie.”jawab Leeteuk oppa enteng.

“MWOOOOOO? Bagaimana bisa????”kali ini aku yang terkejut. Haduh, makin ribet aja deh ni masalah.

“Bisalah, dia member Super Junior juga!” jawab Leeteuk oppa. “Apa luka mu parah? Kalau sampai terjadi apa-apa dengan mu. Tidak segan-segan aku meninju maknae itu.”tukas oppa emosi.

“Aniyo! Hanya luka biasa. Oppa aku kesal sekali dengan namja itu. Minta maaf pada ku saja tidak, mengobati luka ku ini saja pun tidak. Siapa sih dia, memang kalau dia member Super Junior dia harus sesombong itu apa?”ucap ku memelas.

“Seohyunie. Apa kau tahu siapa dia selalin yang kau tahu sebagai member Super Junior?” jawab oppa dan menanya balik padaku.

“Aniya! Aku tidak tahu, makanya aku bertanya. Oppa kau membuatku penasaran.”jawabku kesal sambil melipat kedua tangan ku di depan dada. Lalu merubah posisi dudukku menjadi menyender di sandaran sofa itu.

“Dia itu yang punya kampus SM University. Pabo!”jawab eonni geregetan. Ih lantas kalau dia yang punya kampus apa urusannya dengan ketidak tanggung jawabannya dari namja gila itu?

“Oh.”jawabku tak perduli. Namun sebenanya aku cukup kaget. Huaaa~

“Oppa bisa kah aku bertemu dengannya. Aku hanya ingin mendengar permohonan maaf dari dia itu saja.”pinta ku pada oppa.

“Entahlah. Dari tadi pagi aku belum melihatnya. Nanti akan ku sampaikan jika aku bertemu. Kau tidak usah khawatir.”

“Gomawo oppa. Kalau kau bertemu dia, langsung saja hajar dia. Ish!” tegas ku.

**********

~Author POV~

Saat malam pun tiba. Seohyun berniat tidur lebih awal. Jam sudah menunjukan pukul 19.30 KST. Dia butuh istirahat. Namun sudah sekian menit dia memejamkan mata. Dia tak kunjung terlelap. Sampai akhirnya dia bangun dan berniat untuk keluar rumah.

Disaat yang sama Kyuhyun pun sama halnya dengan Seohyun. Dia sudah mencoba memejamkan mata namun tak kunjung terlelap. Saat ini dia sedang berada di cafe dekat dengan rumahnya. Dia lebih memilih jalan kaki saja karena dekat. Dan tak terlalu jauh. Sesekali dia memandang kearah jalan raya. Kyuhyun memilih tempat duduk yang outdoor agar dia bisa menghirup udara malam yang sangat sejuk. Sekarang mata Kyuhyun sedang menatap gadis yang sedang berjalan didepan cafe yang sedang ia singgahi. Matanya tak bisa berpaling dari gadis itu. Lalu ia keluar dari cafe. Kyuhyun menghampirinya dan berjalan mengikuti arah gadis itu dari belakang.  Gadis itu hendak menyebrangi jalan. Namun Kyuhyun yang memperhatikan jalan melihat mobil yang sudah hampir dekat dengan gadis itu. Tanpa banyak berkata Kyuhyun berlari kearah gadis itu untuk menyelamatkannya.

Gadis itu selamat namun naas. Kyuhyun yang malah jatuh. Kecepatan mobil itu memang normal. Tapi Kyuhyun nampak lunglai dan jatuh. Melihat itu, gadis itu segera menghampiri Kyuhyun yang tergeletak dijalan.

“YAAAKK!” teriak gadis itu.

“Ya! Kau tidak apa-apa kan?”tanya gadis itu sambil menepuk-nepuk pipi Kyuhyun. Kyuhyun mengerjapkan matanya. Untunglah, gadis itu bergumam dalam hati. Namun saat Kyuhyun membuka mata, gadis itu malah membelakkan matanya.

“YAK! Neo? Kau yang menabrakku kemarin kan???”tanya gadis yang ternyata Seohyun itu pada Kyuhyun.

“KAU?! Kau ini sebenarnya punya mata atau tidak sih??”bentak Kyuhyun. Ternyata gadis yang dia ikuti sedari tadi itu adalah gadis babo yang ia tabrak kemarin. Kenapa dia merasa babo sekali.

“…”Seohyun tidak menjawab. Dia malah melamun dengan pikirannya sendiri. Seohyun bangkit dari duduknya dan dia pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun saat dia melangkah, matanya berkunang-kung. Dan saat itu juga Seohyun pingsan.

**********

“Hyung, cepatlah bantu aku kemari. Kau dimana? Aku sedang menuju drom?”ucap Kyuhyun ditelpon. Sekarang dia sedang membawa Seohyun ke dormnya. Dia tak tahu lagi harus berbuat apa. Saat itu dia langsung meminta supirnyna datang untuk mebawakan mobilnya. Dan segera membawa Seohyun ke dorm. Kyuhyun langsung memencet speed dial di Hpnya ngasal. Ternyata dia menghubungi Leeteuk hyung.

“Memang ada apa?”tanya Leeteuk.

“Sudah cepat lah kemari.”pinta Kyuhyun.

“Kau ini seenaknya menyuruh orang. Baiklah aku pergi.”jawab Leeteuk kesal.

***

“Yeobseo.”

“Ne ahjuma? Waeyo?”

 

“Ani, Taeyeon-a, Seohyun menghilang.”

“MWOO?!!”pekik Taeyeon yang ada di seberang telpon.

“Sejak tadi saat ahjuma pulang kerja. Dia sudah tak ada dirumah. Apakah dia bersama mu?”

“Ani, ahjuma. Tapi aku akan segera mencari nya. Ahjuma istirahat saja dirumah. Kau pasti lelah pulang kerja.”

”Gomawo Taeyeon-ah. Kabarkan aku secepatnya kalau terjadi sesuatu.”akhir eomma Seohyun ditelpon. Saat itu ia bergegas untuk mencari Seohyun. Namun saat ia ingin melangkah keluar handphonenya bunyi tanda sms masuk.

Changi-ya. Cepatlah kemari. Ada sesuatu yang penting. Di dorm Suju ya.

 

Taeyeon membaca text message dari suaminya itu langsung bingung. Seohyun hilang dan harus dicari. Tapi ada hal penting dan dia harus menemui suaminya. Taeyeon memutuskan untuk pergi ke dorm Suju untuk menemui suaminya. Dan sekalian dia bilang bahwa Seohyun hilang.

Taeyeon melajukan mobilnya ke arah dorm Suju yang tak jauh dari rumahnya. Sekitar 20 menit dia sudah sampai didepan gedung SM yang didalamnya terdapat dorm Suju. Taeyeon langsung memarkir mobilnya. Dan segera turun langsung memasuki gedung SM. Taeyeon sampai didepan dorm Suju. Dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki.

“Huft, untunglah kau datang changi-ya.”Leeteuk membuka pintu dan kebenaran istrinya yang datang.

“Ada apa oppa?”tanya Taeyeon.

“Ani, ayo masuk dulu.”Leeteuk mempersilahkan istrinya masuk dan langsung memberitahu apa yang terjadi.

“Seohyun pingsan dijalan. Dan Kyuhyun yang menolongnya. Dia sepertinya kelelahan. Karena memang hari ini dia sedang sakit kan? Kondisinya tidak terlalu parah. Namun panasnya tinggi sekali.”jelas Leeteuk kepada Taeyeon.

“Mwo?!!”kejut Taeyeon.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s