[ONESHOOT] The Royal Scene

Tittle                      : The Royal Scene

Cast                       : Jessica Jung, Kim Jongin, Kris Wu.

Older Cast           :  find out for yourself.

Genre                   : Romance, Frienship, Family, Fantasy

Type                      : Oneshoot

Rating                   : PG (Parental Guidance Suggested)

Author                  : Yoo Rae (Rachel)

***

Seorang Putri di sebuah Kerajaan megah yang ada di kota Yongin, Korea, tengah memandang bunga yang merekah dengan butiran embun yang ada di helai-helai daun serta burung-burung yang berkicauan di udara dengan cuaca di pagi hari yang cukup sejuk serta dengan sang mentari yang masih menampakan separuh dari bagian dirinya dibalik awan-awan putih dilangit. Dengan menyambut suasana di pagi hari yang enggan untuk dilewati, sang putri menampakan senyuman untuk menikmati suasana tersebut. Ya, ia adalah Putri Jessica dari Kerajaan Bellezo. Jessica adalah putri pertama dari Raja Larezo dan Ratu Belleza. Jessica mempunya adik yang bernama Krystal. Sungguh beruntung kedua Putri Bellezo mempunyai orang tua yang sangat bijaksana dan dapat menjadi panutan untuk keluarga lain yang tingal di lingkungan Kerajaan Bellezo dibawah kepimimpinan Raja Larezo.

Sudah bosan melihat pemandangan diluar Jessica masuk ke dalam kamar tidurnya dan mininggalkan balkon disamping kamar tidurnya. Hari ini dia tidak ada kegiatan yang harus diikutinya. Memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mengusir kejenuhan yang akan dialaminya nanti mungkin gambaran yang tepat untuk Jessicaa saat ini.

Tok.. Tok.. Tok..

 

“Silahkan masuk, tidak dikunci.” Ucap Jessica dari kamar tidurnya. Orang yang mengetuk pintu itu pun segera masuk kedalam kamar tidur Jessica.

“Permisi Tuan Putri, behubung hari ini Tuan Putri tidak ada kegiatan. Apakah ada hal yang ingin Tuan Putri lakukan saat ini?” salah satu dayang Putri Jessica masuk ke kamar Jessica untuk bertanya kepadanya.

“Hmm, sepertinya tidak ada. Mungkin aku hanya ingin keluar Istana saja untuk melihat-lihat.” Jessica menjawab pertanyaan yang diajukan sang dayang.

“Baiklah Tuan Putri, saya akan memanggil sesorang untuk menemani Tuan Putri  keluar.”

“Ya, aku akan bersiap-siap sekarang.”

“Baiklah, apa perlu saya siapkan gaun yang akan diapakai Tuan Putri sekarang?”

“Boleh, tolong pilihkan aku gaun yang biasa saja.”

“Baik Tuan Putri, mohon tunggu sebentar.”

Jessica telah siap dan akan keluar dari Istana untuk mengisi kegiatan yang kosong. Jessica melangkahkan kakinya ke arah taman tak jauh dari Istana. Jessica tersenyum setiap kali orang-orang berlalu. Sungguh Putri yang sangat ramah. Jessica duduk dibangku taman terdiam sejenak menikmati hamparan bermacam bunga yang sedang menari diringi angin yang menerpa halus permukaan bunga membuat gerakan halus yang ditunjukan sang bunga. Kupu-kupu pun ikut menari seakan menjadi penari latar diantara bunga-bunga. Sungguh indahnya pemandangan itu membuat sang penonton menyunggingkan senyum yang merekah dibibirnya.

“Dayang, sepertinya aku akan berkunjung ke Istana Crayon. Aku ingin bertemu dengan Kris.” pertintah Putri Jessica

“Baiklah Tuan Putri, mari saya antar. Apakah Tuan Putri ingin menggunakan kendaraan?”

“Tidak perlu dayang. Ayo kita pergi sekarang!” Jessica meninggalkan taman dan segera berjalan menuju Istina Crayon. Jessica akan menemui Kris. Kris adalah putra tunggal dari Kerajaan Crayon. Jessica dan Kris telah menjalin persahabatan sejak mereka kecil. Raja Crayon juga sangat mengenal Raja Bellezo. Pantas saja jika anak mereka pun tak sama hubungannya dengan orang tuanya.

Pintu gerbang Istana Crayon terbuka dengan megah untuk mempersilahkan seorang Putri masuk ke dalam Istana tersebut. Para pengawal dan dayang-dayang sudah berjejer untuk menyambut kedatangan Tuan Putri Kerajaan Bellezo.

“Permisi Tuan Putri Bellezo, apa anda berniat untuk bertemu dengan Pangeran Kris?” tanya seorang dayang kepada Jessica.

“Iya, apa dia ada sekarang?” jawab Jessica.

“Ada, namun Pangeran sedang berlatih memanah.” ucap sang dayang.

“Oh baiklah, tidak apa-apa. Dimana dia berlatih?” tanya Jessica.

“Di paviliun belakang Istana Crayon, Tuan Putri Bellezo.” Sang dayang menjawab pertayaan Jessica.

“Baiklah, aku akan kesana.” Ucap Jessica.

“Apa perlu saya antar Tuan Putri Bellezo?” sang dayang menawarkan Jessica untuk mengantarnya ke Paviliun Istana Crayon.

“Tidak usah dayang. Terima kasih. Aku sudah sering kesini dan aku sudah hafal bagian-bagian Istana ini hehe.. Aku ke sana dulu dayang, permisi.”

“Baiklah Tuan Putri Bellezo, silahkan.” Ucap dayang sambil menyunggingkan senyum.

Jessica berjalan menuju Paviliun Istana Crayon. Dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu Kris. Sudah seminggu ini dia tidak bertemu dikarenakan Kris yang sibuk akan kegiatannya. Maklum saja dia sibuk, Kris adalah Pangeran anak sematawayang dari Kerajaan Crayon. Dia harus meneruskan tahta Ayahnya Raja Crayon karena umur Pangeran Kris sudah menginjak dua puluh dua tahun. Di dalam adat kerajaan-kerajaan di kota Yongin, bahwa jika dalam keluarga kerjaan mempunyai anak tunggal putra, maka kelak putra tersebut berumur dua puluh dua tahun berhak untuk melanjutkan tahta kerjaan yang dipegang Raja saat itu. Namun, jika di dalam keluarga kerajaan mempunyai anak putri berumur dua puluh satu atau dua puluh dua tahun, putri harus menikah dengan pria sesuai keinginan putri atau orang tua boleh menjodohkan putri dengan putra kerajaan lain, dan putra itu dapat menggantikan tahta Raja saat itu. Oleh karena itu, Kris banyak belajar bagaimana ia akan menjadi seorang Raja.

Jessica sudah ada di paviliun belakang Istana. Jessica dapat meiihat Kris yang serius tengah membidik anak panah tepat kearah sasaran.

“Kris!!!” Jessica berlari menuju tempat Kris berdiri. Merasa namanya terpanggil Kris menghentikan kegiatan memanahnya dan menengok ke sumber suara yang menyebutkan namanya.

“Jessica? Sedang apa kau disini?” tanya Kris heran.

“Jadi aku tidak boleh kesini? Baiklah kalau begitu aku pulang saja!” jawab Jessica sinis, dan berbalik untuk meninggalkan Kris.

“Hei, tunggu dulu!” Kris menarik tangan Jessica agar Jessica menghentikan langkahnya untuk pergi.

“Siapa yang bilang tidak boleh, kau ini cepat sekali mengambek.” Ucap Kris lagi sambil mencubit pipi Jessica.

“Aw, jangan cubit pipiku, sakit tau!” ucap Jessica.

“Maaf, maaf. Pasti kau kesini karena rindu kan dengan ku?” goda Kris.

“Tidak! Sok tahu sekali kau ini. Aku hanya bosan, aku tidak ada kegiatan hari ini.” Sangkal Jessica, yang berlawanan dengan isi hatinya yang sebenernya merindukan Kris.

“Oh begitu,bagaimana kalau kita ke Bukit Pearly saja?” ajak Kris.

Jessica dan Kris pergi ke luar Istana dan menuju Bukit Pearly yang berada diantara Istara Bellezo dan Istana Crayon. Mereka mengitari area bukit, bercanda, bergurau, serta mengobrol. Ternyata Kris paham kenapa Jessica berkunjung ke Istananya. Kris tau kalau Jessica sedang bosan karena tidak ada kegiatan di Istananya, jika Kris mengajaknya ke dalam Istana sama saja ia membuat Jessica bosan, jadi dia mengajak Jesscia pergi ke Bukit Pearly. Mereka bermain sampai senja datang pada saat itu.

“Kris aku lelah, bagaimana kalau kita kembali ke Istana?” ucap Jessica saat mereka sedang duduk di bangku taman disekitar Bukit Pearly. Mereka menikmati indahnya sore yang dihiasi rona merah di langit.

“Kau lelah? Baiklah kita kembali ke Istana, aku akan mengantarmu pulang ke Istanamu.” Jawab Kris.

“Hmm, ayo kita pulang sekarang!” ajak Jessica.

Jessica dan Kris pulang ke rumah dengan menggunakan Lamborgini Reventon milik Kris yang tadi diantar oleh salah satu pengawalnya ke Bukit Pearly. Tentunya Kris sebagai pengemudinya. Saat di jalan Kris dan Jessica mengisi kesunyian diantara mereka dengan membahas beberapa hal mengenai Kerajaan mereka.

Tak terasa mereka sudah sampai di depan Istana Bellezo. Pintu gerbang Istana Bellezo terbuka megah menandakan Istana siap dimasuki oleh Kris dan Jessica. Mobil menuju ke pelataran Istana dan tepat disamping Istana mobil itu terparkir. Kris turun dari mobil dan tak lupa untuk membukakan pintu untuk Jessica agar segera turun dari mobil. Jessica turun dari mobil dan melangkah berdampingan dengan Kris menuju pintu utama Istana Bellezo. Beberapa pengawal dan dayang seperti biasa menyambut ramah kedatangan Putri Jesscai, juga Pangeran Kris dari Kerajaan Crayon sebagai tamu.

“Selamat sore Tuan Putri Jessica dan selamat datang kembali Pangeran Crayon. Tuan Putri Jessica Baginda Ratu sedang menunggu anda di paviliun atas Istana.” Ucap salah satu dayang.

“Baiklah aku akan kesana.” Ucap Jessica kepada dayang tersebut.

” Kris, ayo kita keatas.” Ajak Jessica pada Kris. Kris mengikuti setiap langkah menelusuri ruang demi ruang yang dilewati untuk menuju paviliun bagian atas ruangan Istana Bellezo ini.

“Ibu?” Jessica memanggil ibunya selaku Ratu Bellezo saat tiba diatas paviliun.

“Oh Sica, kau sudah kembali. Kemana saja hari ini?” Tanya Ratu Bellezo lembut.

“Hmm, itu aku habis pergi sebentar bersama Kris.” Ucap Jessica sambi melirik Kris disebelahnya. Kris membungkuk kepada Ratu Bellezo tanda hormat kepada sang Ratu.

“Maaf Baginda Ratu Bellezo, tadi saya hanya mengajak Jessica keluar sebentar. Putri Bellezo ini mungkin bosan karena tidak ada kegiatan,  tadi dia berkunjung ke Istana Crayon. Jadi saya mencoba menghilangkan kejenuhan Jessica dengan mengajaknya ke Bukit Pearly.” Lapor Kris kepada Ratu Bellezo.

“Oh begitu. Apa tadi kau ada kegiatan?” Tanya sang Ratu.

“Tidak ada. Hanya saja tadi saya sedang sedikit berlatih memanah. Kedatangan Putri Bellezo tidak mengganggu kegiatan saya sama sekali.” Jawab Kris.

“Baguslah kalau begitu.” Ucap Ratu Bellezo.

“Ibu aku ke bawah dulu ya.” Pamit Jessica dan Kris sambil memberi bungkuk tanda hormat kepada sang Ratu. Ratu Bellezo hanya menyunggingkan senyum kepada dua orang yang telah memberi hormat kepadanya. Jessica dan Kris menuju ke bawah Istana dan menuju ke pintu utama untuk menuju halaman luar Istana.

“Jessica, mungkin aku akan kembali ke Istana sekarang. Besok jika kau tidak ada kegiatan lagi pergi saja ke Istana ku jika kau bosan.” ucap Kris.

“Baiklah Kris, sampai bertemu besok.” Ucap Jessica.

“Sampai bertemu lagi Putri cantik.” Pamit Kris pada Jessica sambil menggoda dengan mencubit pipi tirus Jessica. Jessica hanya tersenyum mendapat perlakuan itu dari Kris.

“Sampai bertemu juga Pangeran tampan.” Jessica membalas ucapan Kris tadi. Kris berjalan memasuki mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke Istana Crayon.

***

Seorang Putri sedang menggeliat serta merenggangkan otot-ototnya menghilang kekakuan akibat semalaman tidur dengan nyenyak di atas tempat tidur. Cahaya mentari yang tampak di celah-celah tirai pun masuk ke arah tempat tidur sang Putri, membuat tidur sang Putri terusik akibat ulahnya. Saat terbangun dari tidurnya wajah cantik sang Putri dari Kerajaan Bellezo ini tidak pudar.

Bunyi ketukan pintu menyadarkan sang Putri untuk bangkit dari tidurnya ke posisi duduk.

“Silahkan masuk.” Jessica menyahuti ketukan pintu yang ia dengar untuk mempersilahkan masuk ke dalam kamar tidurnya.

“Apakah Putri Bellezo yang cantik ini sudah bangus?” ternyata sang ibu, yaitu Ratu Bellezo. Jessica menoleh kearah ibunya.

“Sudah, ada apa ibu?” tanya Jessica.

“Tidak ada apa-apa, ayo kita sarapan Ayah dan Krystal sudah menunggu di ruang makan.” Jawab Ratu Bellezo.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap dulu. Aku akan menyusul ke ruang makan.” Ucap Jessica. Ratu Bellezo membalasan ucapan Jessica dengan tersenyum, lalu ia segera keluar meninggalkan kamar tidur Jessica.

Jessica telah siap dan beranjak untuk meninggalkan kamar tidurnya. Jessica melangkahkan kakinya keluar dari kamar tidurnya. Jessica turun dengan anggun menapaki setiap anak tangga yang di lewatinya itu untuk segera menuju ke ruang makan. Saat melewati pintu utama Istana, Jessica melihat seorang yang sangat asing dimatanya berjalan melangkah keluar Istana lewat pintu utama. Dia tahu orang itu seorang Pangeran tapi Jessica tak tahu dari mana asal Kerajaan Pangeran itu.

‘Siapa dia? Kenapa ada di Istana ini?’ Gumam Jessica dalam hatinya. Jessica tersadar dari lamunan yang memikirkan beberapa pertanyaan yang ada di benaknya tentang Pangeran asing itu. Jessica melanjutkan jalannya yang sempat tertunda itu ke ruang makan. Setibanya di ruang makan Jessica melihat sudah ada Ibu, Ayah, dan adiknya Krystal sudah duduk di meja makan.

“Maaf membuat kalian menunggu lama.” Sapa Jessica dengan kepada semua yang ada di meja makan.

“Tidak apa-apa Jessica, duduklah.” Jawab sang Ayah yang mana beliau adalah Raja Bellezo. Jessica mengganguk dan duduk di samping Krystal.

Mereka mulai menyantap makanan yang ada di atas meja yang sudah di sediakan oleh dayang-dayang. Jessica melahap makanannya dengan menyimpan banyak pertanyaan di benak hatinya tentang orang yang dilihatnya tadi. Mereka semua telah mengakhiri makan mereka. Saat menu makanan akhir sedang disiapkan Jessica langsung mengajukan pertanyaan yang masih mengganjal di hatinya itu kepada sang Ayah.

“Ayah, apakah kau tadi mengundang seseorang dari Kerajaan lain?” Tanya Jessica.

“Mmm, mungkin begitu. Kenapa?” Raja Bellezo itu menjawab.

“Hmm tidak apa-apa, aku tadi bertemu seseorang sedang berjalan keluar dari Istana ini. Tapi aku belum pernah melihat orang itu. Apakah mungkin dia orang yang Ayah undang tadi.” Jelas Jessica.

“Oh itu, Ayah lupa menjelaskan kepadamu. Dia adalah Pangeran dari Kerajaan Sherlock.” Jawab Raja Bellezo.

‘Benar saja, dia seorang Pangeran. Kerajaan Sherlock. Kenapa aku baru tahu tentang Kerajanan itu. Hmm, mungkin aku lupa karena banyak Kerajaan di kota ini. Sudahlah lupakan saja.’ Gumam Jessica saat pertanyaan yang ada dibenaknya sudah terjawab oleh sang Ayah meski masih ada beberapa pertanyaan lagi. Raja, Ratu, dan kedua Putri Kerajaan Bellezo itu sudah menyelesaikan makan paginya.

***

Matahari sudah mulai menghilang dari tempatnya. Langit biru berganti dengan indahnya langit sore yang berwarna jingga dengan gradasi warnah merah yang ditampakan langit. Tampak pelangi menunjukan sebuah senyuman di atas sana. Angin sore menerpa lembut wajah putri yang sedang menikmati suasana senja di balkon kamar tidurnya. Alangkah indahnya Tuhan telah menciptakan alam seindah ini.

Tiba-tiba, Seorang dayang mengetuk pintu kamar sang putri. Sang putri yang ternyata Jessica itu berjalan menuju pintu kamar untuk membukakan pintu untuk orang yang mengetuk pintu itu.

“Ada apa dayang?” Tanya Jessica yang heran, tumben sekali ada yang mengunjunginya di waktu seperti ini.

“Maaf mengganggu Tuan Putri. Apakah Tuan Putri akan beristirahat saat ini?” Tanya dayang.

“Sepertinya tidak, ada apa?” Jawab Jessica.

“Pangeran Crayon mengundang anda untuk datang ke Istananya. Apakah Tuan Putri bisa?” Jelas dayang.

“Sepertinya bisa, tunggu sebentar aku akan bersiap-siap.” Jessica masuk kembali ke dalam kamarnya untuk bergegas menuju Istana Crayon.

***

Jessica telah masuk ke dalam Istana dan menuju ke paviliun atas Istana Crayon. Di paviliun, Jessica melihat Kris sedang memandang taburan bintang di atas langit yang gelap menunjukan waktu mulai memasuki malam hari. Jessica berjalan menghampiri Kris.

“Kris?” Panggil Jessica. Kris menoleh kearah Jessica.

“Ternyata Tuan Putriku yang cantik sudah datang.” Goda Kris pada Jessica membuat semburat merah muncul di pipi milik Jessica. Jessica hanya tertunduk mendengarnya malu untuk menampakan wajah yang dihiasi warna merah dipipinya.

“Kau ini…” Ucap Jessica malu-malu.

“Aku ini apa? Lihatlah kau lucu sekali dengan pipimu yang merah itu. Hahaha…” Kris belum berhenti menggoda Jessica. Kris sangat gemas kalau melihat Jessica seperti itu. Kris memang sangat suka menggoda Putri Bellezo yang sekarang ada dihadapannya itu. Namun sekarang ada masalah yang menyita perhatian Kris untuk memusatkan pikirannya ke masalah tersebut. Kris bingung dengan perasaanya sendiri. Kris hanya menganggap Jessica sebagai sahabat, jika mungkin lebih dari sahabat hanya sebatas Jessica telah dianggap seperti adiknya sendiri. Tapi setiap dia bersama Jessica rasa nyaman menjalar menyelimuti hatinya. Jika Jessica jauh dari jangkauannya, Kris merasa seakan ada yang hilang dari bagian dirinya. Rasa kehilangan atau mungkin lebih tepat pada rasa rindu selalu menyelinap di hati Kris bila tidak bertemu Jessica. Apakah mungkin Kris jatuh hati pada Jessica? Lalu bagaimana Jessica menggapnya sebagai seorang Kris?

Kris memandang lekat tepat di manik mata Jessica. Seakan dia berusaha mencari jawaban atas kebingungan yang ada di hatinya.

“Kris?” Ucapan Jessica menyadarkan Kris. Karena dia merasa risih jika dipandang Kris seperti itu.

“Jessica, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Kris memulai pembicaraan yang memang tujuannya memanggil Jessica ke Istananya saat ini adalah untuk menuntaskan kebingungan yang selalu mengganjal hatinya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Jessica. Kris berdeham untuk mulai berbicara.

“Jessica kau tahu bagaimana keadaan tumbuhan jika sehari itu dia tidak di siram?” Ucap Kris.

“Mungin tumbuhan itu akan layu. Atau jika tumbuhan itu tidak disiram beberapa hari akan semakin layu bahkan bisa mati.” Jawab Jessica.

“Kalau aku ibaratkan tumbuhan itu tidak mau kehilangan air satu hari pun. Dan tumbuhan itu tidak bisa hidup tanpa air, apakah bisa?” Ucap Kris.

“Tentu bisa, tumbuhan dan air mempunyai ikatan yang kuat.” Jawab Jessica.

“Kalau begitu akan aku ubah. Jika aku adalah tumbuhan itu dan kau adalah airnya. Apa mungkin jika ikatan yang kuat seperti layaknya tumbuhan dan air bisa terjalin diantara kita?” Ucap Kris. Jessica terdiam mendengar ucapan Kris tadi. Dia mencoba mencerna setiap kata yang dilontarkan dari mulut Kris tadi. Kris mengerti akan kebingungan Jessica.

“Jessica, dengarkan aku baik-baik. Aku tidak akan mengulang perkataan ini. Jadi dengarlah dengan baik.” Perintah Kris. Kris menatap lekat mata Jessica. Begitu juga Jessica yang ikut menatap Kris.

“Jessica, sungguh aku tidak tau perasaanku saat ini. Bagai hubungan tumbuhan dan air. Aku seakan tidak mau terpisahkan olehmu. Apa mungkin ini terjadi? Jessica, aku selalu merasa kau harus berada disamping ku setiap saat. Aku merasa ada bagian diriku hilang jika kau jauh dariku. Aku tidak mengerti semua ini bisa terjadi. Apakah perasaan setiap orang yang bersahabat seperti itu?” Jelas Kris panjang lebar. Jessica mulai mengerti apa yang dibicarakan Kris.

“Kris aku mengerti. Andai kau tahu jika aku juga merasakan hal yang sama sepertimu. Aku juga tidak tahu mengapa itu bisa terjadi. Kau tau hatiku selalu berdegup kencang saat kau ada didekatku. Aku juga tak tahu apakah setiap orang yang bersahabat akan merasakan hal seperti ini. Tapi aku dapat menyimpulkan semua ini, Kris. Kris, apa semua ini berarti kalau… kalau kita… saling… men..cintai?” Jawab Jessica terbata-bata di kalimat terakhir.

“Jika kau menyimpulkan seperti itu. Aku akan bertanya kepadamu, apakah kau mencintaiku?” Tanya Kris dengan penuh keseriusan.

“Aku… Aku… Ya Kris, aku mencitaimu. Tapi, aku tak tahu bagaimana perasaanmu denganku.” Jawab Jessica dengan tegas. Mendengar jawaban Jessica, Kris menyunggingkan senyum dibibirnya dan langsung berhambur memeluk Jessica.

“Jika sudah seperti itu kau tidak usah bertanya tentang perasaanku padamu, bodoh.” Ucap Kris. Jessica tersenyum mendengar ucapan Kris. Akhirnya mereka bisa melepas kegelisahan mereka karena perasaan yang tidak menentu selalui muncul sebelumnya. Sekarang mereka mempunyai hubungan yang lebih dari sahabat. Bukan menganggap keduanya kakak-beradik. Tapi mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

Bintang dilangit berkelap-kelip seakan melambangkan kesenangan yang tengah menghampiri perasan Pangeran dan Putri itu. Begitu indah malam itu bagi keduanya. Akhirnya mereka dapat mengutarakan isi hati mereka juga. Bintang-bintang terus berkelap kelip dan banyak bintang yang seakan tersenyum karena dapat merasakan hal yang dirasakan oleh sang Pangeran dan sang Putri.

***

Waktu terus berputar, meninggalkan hari-hari yang sudah lewat dan berganti dengan hari baru. Tak terasa Putri Bellezo yang bernama Jessica itu telah melewati hari-harinya selama beberapa bulan. Melewati kisah yang telah di tulis bagaimana hari itu adalah hari dimana dia sudah dapat memiliki Kris. Apakah kata orang-orang di luar sana benar akan sahabat yang dapat menjadi cinta? Jessica tersenyum membayangkan kejadian itu.

Minggu ini Jessica sudah banyak di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan kerajaan. Begitu juga dengan Kris yang bahkan lebih sibuk dari Jessica. Rasa rindu menyelinap di antara Pangeran dan Putri itu. Berhubung dia tidak punya kegitan yang padat, hari ini Jessica berniat untuk menemui Kris di Istana Crayon. Jessica menuruni tangga Istana. Saat ingin memijak anak tangga terakhir, suara menebutkan nama Jessica, membuat pemilik nama menoleh ke sumber suara.

“Jessica, Ayah ingin berbicara denganmu.” Ternyata Krystal adik Jessica. Jessica mengangguk tanda mengerti dan mengikuti langkah adiknya untuk segera menemui Ayahnya.

Jessica telah sampai di ruangan dimana sang Ayah berada. Jessica dapat melihat keluarganya sedang berkumpul di ruangannya. Mata Jessica beralih pada seseorang yang sudah duduk dengan tenangnya di samping Ayahnya. Tunggu, sepertinya Jessica pernah melihat orang ini. Jessica melangkah menuju tempat duduk diantara Ibu dan Ayahnya.

“Jessica, ini adalah Pangeran dari Kerajaan Sherlock yang waktu itu Ayah ceritakan. Dia bernama Kai.” Ucap Ayah Jessica.

“Senang bisa mengenalmu Jessica.” suara berat milik Kai menyapa Jessica.

“Oh, ya. Aku juga, Kai.” Jessica membalas sapaan Kai. Jessica menatap wajah Kai. Sungguh, wajah itu sangat sempurna. Kai mempunyai mata yang bulat dengan kelopak mata yang tidak begitu besar. Wajah seperti malaikat yang turun dari surga. Sungguh tidak ada garis yang membuat wajahnya terlihat tidak sempurna. Jessica memperhatikan wajah Kai. Nampaknya Putri Bellezo itu terpesona akan ketampanan yang dimiliki oleh Pangeran Sherlock yang bernama Kai itu.

“Ehm, sepetinya kita akan berbicara sebentar.” Raja Bellezo berbicara dengan sang Ratu. Ratu Bellezo itu pun mengerti apa yang Raja Bellezo katakan tadi. Raja dan Ratu itu pergi meninggal Kai dan Jessica berdua. Krystal mengikuti langkah Ayah dan Ibunya dari belakang. Jessica menatap kepergian orang tuanya itu. Setelah jauh dari jaungkuan Jessica dan Kai. Mereka langsung membicarakan apa yang akan mereka bicarakan.

“Kita harus segera menikahkan mereka.” Ucap sang Raja.

“Tapi bagaimana cara aku mengatakannya kepada Jessica, Jessica telah memiliki Kris sekarang. Bagaimana keputusan kita dapat membuat hatinya hancur? Bagaimana jika ia menolak akan keputusan ini?” ujar sang Ratu.

“Bagaimana reaksi dia nanti, toh mereka juga akan tetap menikah. Kita sudah pastikan semua ini. Jessica harus meninggalkan Kris. Tolong jelaskan dengan sejelas-jelasnya pada Jessica. Buatlah dia mengerti akan keputusan kita ini.” Jawab Raja itu.

“Baiklah, aku akan coba menjelaskan pada Jessica, semoga saja dia bisa mengerti.” Ucap Ratu. Raja dan Ratu itu kembali menemui Jessica dan Kai. Saat Raja san Ratu itu meninggalkan Jessica. Kai banyak berbincang dengan Jessica untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka. Jessica merasa Kai adalah orang  yang baik. Jessica berpikir, mungkin Kai dapat menggantikan posisi Kris sebagai sahabatnya, karena posisi Kris untuk Jessica sudah lebih dari sebatas sahabat.

“Baru kenal sudah akrab seperti itu ya?” ucap Raja Bellezo ketika sudah dihadapan Jessica dan Kai.

“Jessica bisa temani Ibu ke paviliun sekarang?” ucap sang Ratu. Jessica mengangguk tanda mengerti akan perkataan sang Ibu. Jessica melangkah pergi meninggalkan Ayahnya dan Kai. Ratu dan Putri Bellezo itu pergi ke paviliun belakang Istana. Ratu dan Putri Bellezo itu telah sampai di paviliun.

“Jessica, bagaimana hubunganmu dengan Kris sampai saat ini?” tanya Ratu Bellezo memulai pembicaraan mereka.

“Baik-baik saja, namun kami belum bertemu lagi saat ini karena Kris sibuk dengan kegiatan di kerajaanya. Tadi aku mau mengunjungi Istana Crayon namun Ayah ingin membicarakan sesuatu padaku, jadi aku batalkan untuk bertemu Kris. Mungkin besok aku akan coba menumuinya lagi.” Jelas Jessica menjawab pertanyaan Ratu Bellezo.

“Apa kau mencintainya?” tanya Ratu Bellezo.

“Tentu, aku bahkan sangat mencintainya.” Jawab Jessica tanpa keraguan. Ratu Bellezo terdiam mendengar jawaban Jessica. Ratu Bellezo menarik napasnya dalam untuk meyakinkan dirinya dapat menyampaikan pesan dari Raja Bellezo.

“Jessica, kau tahu umurmu berapa kan? Kau juga tahu apa adat dalam kerajaan kita pada umur yang seharusnya pada anak Raja dan Ratu?” tanya Ratu Bellezo.

“Ya, aku tahu semua itu.” Jawab Jessica. Suasan berubah menjadi serius.

“Kalau begitu, kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang. Segeralah menikah, Jessica.” ucap sang Ratu. Jessica terkejut dengan perkataan Ibunya itu. Menikah? Itu hal yang belum terpikirkan sama sekali oleh Jessica. Bahkan Kris belum pernah mebahas soal itu.

“Apa? Menikah? Secepat itu kah aku harus menikah. Umurku saja belum genap dua puluh satu tahun. Bagaimana bisa aku menikah? Lagipula, aku dan Kris belum memikirkan hubungan ke arah sana. “ Jessica belum mengerti kenapa Ibunya membecirakan hal seperti ini. Menikah sekarang bukankanh itu terlalu cepat. Kenapa tak tunggu saja pada saatnya nanti, saat Jessica genap berumur dua puluh satu tahun.

“Kau harus memikirkan itu sekarang. Bahkan kau sudah harus menentukan bahwa kau siap untuk menikah dalam waktu dekat ini.” Jessica sungguh tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan sang Ibu.

“Mungkin aku akan mencoba membicarakan hal itu pada Kris. Tapi tolong berikan aku waktu untuk memutuskan semua ini.” Jawab Jessica dengan ragu yang mengisi benak hatinya saat ini.

“Menikahlah Jessica, bukan dengan Kris. Tapi dengan Kai.” Bagai petir di siang hari. Hati Jessica seakan tertohok benda tajam saat mendengar perkataan Ibunya. Apakah Jessica salah dengar. Apakah ini hanya sebuah mimpi. Ini tidak mungkin terjadi. Bagaimana mugkin ia dapat menikah dengan orang yang baru dikenalnya tadi.

“Ibu pasti bercanda kan?” jawab Jessica nanar.

“Lihat Ibu, apakah ada raut ketidakseriusan?” jawab sang Ratu.

“Tapi kenapa aku harus menikah dengan Kai. Aku baru mengenalnya tadi. Lalu Ibu bilang aku akan menikah dengannya. Lalu bagaimana dengan Kris. Aku mencintai Kris, kenapa aku tidak menikah saja dengan Kris?” cecar Jessica. Tanpa disadari, bulit air mata jatuh dari pelupuk mata Jessica.

“Maafkan Ibu Jessica, ini sudah menjadi keputusan Ibu dengan Ayah. Ini juga jalan yang terbaik untuk mu. Tolong mengertilah. Kau sudah dewasa, kau pasti mampu berfikir dengan nalar kenapa kau harus menikah dengan Kai, bukan Kris. Ibu harap kau mengerti.” Ucap Ratu Bellezo mencoba menenangkan Jessica.

“Tapi aku hanya mencintai Kris, bu. Aku hanya mau menikah dengan Kris, tidak dengan Kai.” Jawab Jessica masih dengan pendiriannya.

“Kau boleh mencintai Kris, tapi untuk menikah dengannya sepertinya tidak. Jika kau menikah dengan Kris, lalu siapa yang akan meneruskan tahta Kerajaan Crayon? Sedangkan Kris putra tunggal dalam kerajaan. Sebaliknya, jika kau menikah dan menjadi bagian dari Kerajaan Crayon, siapa yang akan meneruskan tahta kerajaan kita. Sedangkan dalam adat kerajaan hanya anak pertama yang dapat meneruskan tahta kerajaan. Kai adalah putra kedua dari Kerajaan Sherlock, jadi jika kau menikah dengannya, Kai dapat meneruskan tahta Kerajaan Bellezo denganmu tentunya, Jessica.” Ratu Bellezo menjelaskan dengan sejelas-jelasnya sesuai apa yang dikatakan Raja Bellezo tadi, kepada Jessica. Air mata Jessica makin deras mengalir seperti aliran anak sungai yang membasahi pipi sang Putri Bellezo itu. Memang ada benarnya apa yang sudah di jelaskan Ibunya kepada Jessica. kenapa dia begitu bodoh untuk tidak memikirkan hal itu sebelum dia jatuh hati kepada Kris. Mau bagaimana lagi, dia harus menyetujui pernikahannya dengan Kai demi kebaikan semua tentunya.

“Ibu aku lelah, aku ingin beristirahat hari ini, tolong jangan ganggu aku dulu. Berikanlah aku waktu untuk sendiri dulu.” Ucap Jessica pada Ratu Bellezo, untuk pamit meninggalkan paviliun dan menuju kamarnya.

Hari ini adalah hari yang berat untuk Jessica. Jessica terjebak akan dua kenyataan yang sulit untuk diterimanya. Dia harus mengorbankan perasaannya untuk meninggalkan orang yang dicintainya,dan juga dia harus menikah dengan orang pilihan orang tuanya untuk kepentingan Kerajaan Bellezo meneruskan tahta kerajaan. Jessica belum bisa menerima kedua kenyataan itu, walau kedua kenyataan yang ada harus mampu ia terima. Ini semua untuk kebaikannya juga. Tangis Jessica belum juga berhenti. Terlalu lama menangis membuat tubuh Jessica lemas, dan dia pun terlelap dengan sendirinya di kamar tidurnya.

Bulan telah menggantikan peran sang mentari untuk menerangi bumi. Bersama bintang-bintang dilangit mereka sama-sama bertugas untuk menerangi bumi. Namun sepertinya cahaya mereka terhalang oleh gumpalan awan yang ada dilangit. Rintik hujan turun dengan halus satu per satu. Cuaca saat ini sangat pas untuk menggambarkan perasaan Putri Bellezo saat ini. Walau air mata sudah tak tampak lagi di wajah Jessica, namun hatinya tidak bisa berhenti menangis.

Jessica temenung di tempat tidurnya menatap cuaca yang sama seperti perasaan yang ia rasakan saat ini.

“Jessica, ini makan malamnya, makan dulu nanti kau sakit. Jangan terus-terusan seperti ini.” Ratu Bellezo merayu Jessica untuk makan, karena sejak tadi siang Jessica enggan untuk makan.

“Aku tidak lapar, aku mohon tinggalkan aku sendiri.” Ucap Jessica dengan nada datar. Ratu Bellezo mecoba mengerti perasaan anaknya itu dan keluar dari kamar tidur Jessica.

***

Pagi telah tiba, hujan tak kunjung reda sejak semalam. Apakah ini pertanda bahwa hati sang Putri masih sedih? Mungkin begitu. Udara dingin sangat menusuk siapapun yang merasakannya. Membuat Jessica enggan untuk mengakhiri tidurnya pagi itu. Dia malah meringkukan tubuhnya dibalik selimut untuk melanjutkan tidurnya. Selimut yang tak mampu menghalangi masuknya udara dingin itu, membuat orang yang ada di balik selimut terpaksa bangun untuk mencari kehangatan. Jessica bangkit dari tidurnya.  Jessica mendengar langkah seseorang mendekati kamar tidurnya. Semakin lama bunyi derapan langkah itu semakin terdengar jelas di telinga Jessica. Pintu kamar Jessica terbuka dengan pelan. Seseorang muncul dibalik pintu kamar Jessica.

“Selamat pagi Tuan Putri.” Jessica menoleh kearah pintu.

 “Kris?” Jessica terkejut akan kedatangan Kris. Jessica langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mendekat ke arah Kris dan segera berhambur memeluk Kris. Kris tahu hal ini pasti terjadi. Kris menuntun Jessica berjalan menuju balkon kamar tidur Jessica. Posisi Jessica masih setia memeluk tubuh Kris.

“Seberapa rindunya kau padaku hingga tidak mau melepas pelukan dariku, hm?” Tanya Kris. Jessica diam tak menjawab pertanyaan Kris. Kris merasa Jessica terisak dalam pelukannya. Kris menarik Jessica untuk melepaskan pelukannya, Kris ingin melihat benar atau tidak Jessica sedang menangis. Ternyata benar Jessica sedang menangis. Kris memeluk Jessica lagi. Membiarkan Jessica menangis sampai dia puas. Kris tau apa yang membuat Jessica menangis. Bahkan dia tau hal itu sebelum Jessica tau.

“Kris aku tidak mau kehilanganmu,” ucap Jessica pelan yang masih terdengar jelas di telinga Kris. Kris yang mendengarnya hanya mampu terdiam.

Setelah sekian lama Jessica menangis di pelukan Kris, Kris menarik Jessica untuk melepaskan pelukannya. Jessica dan Kris saling menatap. Kris menangkupkan tangannya ke wajah Jessica. Perlahan, jarinya menghapus butiran air mata yang masih tersisa dipipi Jessica. Kris akan menjelaskan semuanya. Bagaimana nanti ia akan pergi dari kehidupan Jessica, dan menjelaskan kepada Jessica agar rela meninggalkan Kris. Bagaimana juga ia telah jatuh hati pada Jessica. Bahkan Kris juga merasakan sakit didalam hatinya sama seperti yang Jessica rasakan. Kris menarik napasnya sebelum dia akan berbicara.

“Jangan menangis lagi, cantikmu akan hilang jika seperti ini.” Canda Kris. Jessica tersenyum tipis. Kris melanjutkan ucapannya.

“Jessica aku tau apa yang membuatmu sedih seperti ini. Aku tau bagaimana sakit yang kau rasakaan. Aku pun juga merasakan semua itu. Jessica, jujur aku sangat menyayangimu. Bohong jika aku mengatakan tidak. Begitu pun denganmu. Ini sudah menjadi keputusan Raja dan Ratu Bellezo. Aku tidak mungkin membantah keputusan mereka. Aku hanya mampu menerima keputusan mereka, meski berat untuk menerimanya. Kau juga harus menerima keputusan itu Jessica. Bagaimana pun cara membuat aku tetap berada disisimu, Raja dan Ratu Bellezo juga akan tetap melaksanan keputusan mereka.” Kris berhenti menjelaskan sejenak. Jessica hanya terdiam mendengarkan apa yang dijelaskan Kris, dengan air mata yang masih menghiasi pipi Jessica.

“Maafkan aku Jessica, aku tidak memikirkan semuanya. Namun, ini semua telah terjadi. Jika bukan karenaku, mungkin kau tidak akan seperti ini. Mungkin kau bisa menerima keputusan ini tanpa memikirkan perasaan kau dan aku. Jessica, menikahlah dengannya. Aku yakin kau bisa bahagia dengannya. Belajarlah mencintainya seperti kau mencintaiku. Dan hubungan kita, tentu tidak berakhir. Kita masih jadi sahabat. Jika dia menyakitimu dan tidak membuatmu bahagia, aku akan melakukan segala cara untuk merebutmu darinya. Tenanglah Jessica, kita masih bisa bertemu kapan pun kau mau. Tidak ada yang melarangnya. Jessica, kau mau kan menikah dengannya?” sambung Kris.

“Kris…” Jessica berhambur memeluk Kris lagi. Sejak mendengar penjelasan Kris tadi, Jessica hanya mampu mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut Kris. Entahnya lidahnya terasa kelu untuk mengatakan sepatah kata pun. Yang ada dipikirannya sekarang hanya Kris, dan pernikahannya dengan Kai.

Mendengar semua yang dijelaskan Kris, Jessica mendapatkan sedikit kelegaan pada hatinya. Walau rasa sesak masih mengisi hatinya. Kris benar, mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk mempertahankan hubungan mereka. Ini semua demi kebaikan Jessica dan tentunya juga Kris.

“Hei.. Kau belum menjawab pertanyaanku, Putri Bellezo. Kau mau menikah dengannya kan?” Ucap Kris mengulang pertanyaannya. Mereka saling menatap. Jessica hanya menjawab pertanyaan Kris dengan mengedikan bahunya dan senyum yang sudah menggantikan raut kesedihan pada wajahnya.

“Aku akan marah padamu, jika kau tidak menikah dengannya. Tapi aku akan senang jika kau menikah dengannya. Jadi, kau memilih aku marah atau senang, hm? Lagi pula, dia lebih tampan dariku. Kau akan menyesal jika tidak menikah dengan Pangeran setampan dia.” tanya Kris.

“Kita lihat saja nanti,” ledek Jessica. Kris hanya tertawa menanggapi Jessica.

***

Suasana pagi menyapa indahnya Istana Bellezo. Putri Kerajaan itu sedang menyantap teh hangat di paviliun belakang Istana. Suasana yang sejuk sangat pas untuk menikmati teh hangat itu. Ratu Bellezo melangkah mendekati sang Putri.

“Jessica,” sapa Ratu Bellezo. Jessica tersenyum menyambut kedatangan sang Ratu.

“Jessica, ada yang ingin Ibu sampaikan untukmu.” Ucap sang Ratu serius dan memposisikan dirinya duduk disebelah Jessica.

“Apa itu?” balas Jessica singkat.

“Pernikahanmu dengan Kai akan diselenggarakan dua hari lagi. Tepat saat usiamu genap dua puluh satu tahun.”

DEG!

Jessica terhenyak. Bagaimana bisa pernikahannya terjadi secepat itu? Apakah sang Ratu salah bicara? Di hari ulang tahunnya pula dia akan menikah? Ini sungguh diluar dugaan Jessica.

“Tapi bu, kenapa bisa secepat itu?” tanya Jessica.

“Apa harus menunggu lebih lama? Menunggu apa lagi? Tidak ada yang harus ditunggu.” Jawab sang Ratu. Mendengar jawaban sang Ratu, Jessica tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“Tapi bagaimana semua bisa disiapkan dalam waktu sedekat itu, bu?” ucap Jessica.

“Kau tidak usah memikirkan itu, kami telah menyiapkan semua. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah persiapkanlah dirimu.” Jessica termanggu mendengar perkataan Ibunya tadi. Dia tidak menyangka akan menikah secepat itu. Membayangkan akan menikah saja belum pernah Jessica lakukan.

Sebuah keputusan yang bulat dan sebuah kenyataan yang benar nyata sudah ada didepan mata Jessica. Namun sebuah keraguan dan kegelisahan masih menyelinap dalam hati Jessica. Perasaan apa yang melanda hatinya, entahlah Jessica pun tak mengerti. Semua bercampur menjadi satu. Mungkinkah Jessica siap untuk menghadapi semua ini?

***

Bunyi lonceng terdengar menggema dalam sebuah bagunan yang akan di jadikan tempat pernikahan Jessica dan Kai. Bunyi yang menggambarkan sebuah kebahagian diantara setiap orang yang akan melaksanakan pernikahan. Ya, sebentar lagi tempat itu akan menjadi tempat berlangsungnya sebuah acara pernikahan, acara sakral yang mampu membuat semua orang bahagia. Tetapi sepertinya hal ini tidak berlaku bagi Jessica. Putri Bellezo itu tampak duduk lesu didalam mobil, disampingnya terlihat sang Ratu Bellezo yang tak ada hentinya mengumbar senyuman.

‘Sepertinya Ibu bahagia atas pernikahan ini’ pikir Jessica.

“Jessica, kengapa kau melamun? Ayo kita turun, ini sudah sampai.”

“Eh? Baik bu.” ujarnya. Ia kemudian turun dari mobil dan mulai melangkah mengikuti Ibunya. Jaera tampak anggun dengan gaun sederhana namun elegant yang melekat pada tubuhnya. Tak lama kemudian pintu terbuka dan kini semua mata tertuju pada jaera.

Gugup! Itulah yang Jessica rasakan. ‘Lihatlah semua orang memandangku, apa aku terlihat aneh menggunakan gaun ini?’ gumam Jessica dalam hatinya. Jessica mengenyahkan pikiran itu dan terus berjalan menuju altar. Jessica sangat mengenal Pangeran yang tengah berdiri dengan menggunakan tuxedo putih didepan sana. Ya, dia adalah Kai. Pangeran dari Kerajaan Sherlock. Jessica tidak meyangka dia benar menikah dengan Pangeran Sherlock itu.

Jessica menggenggam erat tangan Ayahnya selaku Raja Bellezo yang masih dengan setianya menggandeng tangan Jessica, sepintas Jessica melirik Ibu dan Krystal yang tersenyum kearahnya. Disebelah mereka ada Kris yang juga menatapku.

“Saya serahkan Putriku padamu, Pangeran Sherlock.”

Jessica tersadar dari alam pikirannya ketika Raja Bellezo berkata dan menyerahkan lenganku kepada Kai.

DEG..

Tiba-tiba saja ada yang bergemuruh didalam dada Jessica saat pandangannya dengan Kai bertemu. Jessica merasa Kai mulai menggenggam tangannya dan berbalik menghadap pastur.

Saya berjanji akan menjadi yang terbaik untukmu, saya akan tetap berada disampingmu, di masa baik dan buruk, dalam sakit ataupun sehat. Aku mencintaimu dan menghormatimu seumur hidupku.”

 

Janji suci telah terucap dari kedua insan yang akan mengikat keduanya secara sah sebagai sepasang suami-istri, yaitu Pangeran Kai dan Putri Jessica. Tepuk tangan yang sangat riuh terjadi di dalam bangunan itu. Mereka semua tersenyum melihat kedua pasangan yang masih berada diatas altar itu.  Jessica melihat Ayah dan Ibu selaku Raja dan Ratu Bellezo serta Raja dan Ratu Sherlock tengah menatap dirinya dan juga Kai dengan senyuman yang mengungkapkan perasaan hati mereka yang sangat bahagia. Begitu pula adiknya Krystal, dan seseorang disebelahnya, yaitu Kris. Jessica tau itu hanya senyuman palsu yang ditunjukan Kris. Mata Jessica beralih kearah Kai.

“Aku tau aku sangat tampan, tapi berhentilah memandangku dengan tatapan seperti itu, Putri Bellezo.”  Ujar Kai menggoda Jessica. Jessica hanya menunduk malu.

Serangkaian acara pernikahan telah usai. Jessica dan Kai menuju ke Istana Bellezo. Ya, mereka akan tinggal di sisi timur Istana Bellezo. Jessica menghela nafasnya, ia masih belum menyangka akan menjadi seorang Ratu nantinya.

‘Baiklah, aku akan belajar untuk menerima semuanya. Dan aku berjanji akan menjadi istri dan Ratu yang baik.’ Gumam Jessica dalam hatinya.

Epilog


Lebih indah dan berharga dari berlian, begitulah matamu
Disanalah, aku bermimpi untuk bersamamamu
Angkat kepalamu dan tataplah aku
Jangan hindari mataku,
Aku tidak akan pernah menyerah untukmu
Hampirilah aku lebih dekat lagi
Saat kupeluk dirimu
Melodi mengalir indah menggelitik hatiku
Bukan seorang teman
Aku ingin menjadi bagian dari dirimu
Aku tidak sama dengan yang lain
Aku hanya seseorang yang ingin melindungimu
Semua sudah tergambar jelas, sudah sangat jelas terungkap
Jantungku berdebar dan canggung mengakui cinta ini,
Apa kau siap untuk cinta ini?

Bagaimana perasaan seseorang ketika sudah mengungkapkan isi hatinya? Meluapkan segala hal yang membuatnya gelisah? Apakah orang itu menjadi sedih atau mungkin senang. Sepertinya hal itu tepat digambarkan pada Kai. Entahlah apa yang dia rasakan sekarang. Namun, dia hanya ingin menyatakan sesuatu pada seseorang, bahwa keinginan untuk memiliki seseorang itu sangat besar.

Di hari yang cerah itu, Kai dan Jessica sedang memandang ke arah luar. Entahlah mereka sedang menikmati pemandangan atau malah sedang memikirkan sesuatu.

“Jessica, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ucap Kai mengawali pembicaraan.

“Apa yang ingin kau katakan, Kai?” tanya Jessica.

“ Dengarkan baik-baik dan tatap mataku,” pinta Kai. Kai menggenggam tangan Jessica.

“Jessica, kau tau kan kita sudah menikah? Tapi aku tidak tau sama sekali bagaimana perasaanmu padaku. Mengingat kita yang di jodohkan oleh kedua orang tua kita. Jessica, aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu. Aku pernah bermimpi untuk bersama dengan seseorang. Tapi aku tidak mau seseorang itu hanya menganggapku sebagai teman atau sahabat. Aku tidak mau disamakan dengan yang lain, dan caraku untuk menyatakan semua itu hanya dengan melindunginya. Kau tau orang itu siapa? Orangnya adalah kau, Jessica, Putri Bellezo. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali melihatmu.” Jelas Kai.

“Karena, kau adalah cinta pertama ku. Aku tersenyum seperti ini, dan hanya kamu yang dapat melihat. Apa kau menatapku sekarang? Aku punya mimpi baru, yaitu menjadi laki-laki yang lebih baik. Karena mata mu yang melihat ku, membuatku semakin mencintaimu lebih dari apa pun. Sangat beruntung, Jessica. Sangat beruntung dapat memiliki mu dan sangat beruntung dapat mencintaimu. Jantungku berdebar untuk mengakui cinta ini. Apa kau siap menerima cinta dariku?” Sambung Kai.

Jessica mendengar semua perkataan Kai dengan jelas. Dia mampu mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Kai. Jessica menitikan air mata harunya. Dia tak mampu mengatakan apapun. Jessica berhambur memeluk Kai. Jessica berharap dengan memeluk Kai, semuanya akan terjawab.

*****************************************************************************************************************

the end

Advertisements

One thought on “[ONESHOOT] The Royal Scene

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s