No More Dream: My Humps

Tittle                                      : No More Dream: My Humps

Cast                                       : Jessica Jung, Lee Donghae

Older Cast                           : find out for yourself.

Genre                                   : Romance, NC 21

Type                                      : Oneshoot

Rating                                   : PG (Parental Guidance Suggested), NC 21

Author                                  : jungsista

 

Hidup di dunia nan mewah, glamour, elegance, atau lebih jelasnya hidup bergelimangan harta, memang impian semua orang. Terutama pada kaum hawa. Karena mereka diciptakan dengan dasar matrealistis. Segala cara apapun dapat dilakukan untuk mendapatkan impian tersebut.

 

Seorang gadis berparas cantik sedang duduk di depan meja riasnya. Memoles wajahnya dengan make up. Paparan berbagai jenis make up tersedia di depannya, seperti Kiss Kiss Or & Diamonds, The Essence oleh La Mer, Overnight Hair Repair oleh Fréderic Fekkai, The Cream oleh Kanebo, Liquid Surgery Serum oleh MBR, Imperial Majesty oleh Clive Christian, Jeweled Skin Caviar Luxury Cream oleh La Prairie, Cat Kuku dari Azatur, Lipstik & Maskara dari Socialite Collection, dan masih banyak lagi. Belum lagi gaun malam yang sangat terbuka seperti yang ia pakai saat ini dari Gucci merk terkenal asal Italia, tas dan sepatu dari Louis Vuitton merk terkenal asal France, High-end Parfum dari Chanel, dan kaca mata merk Swarovsky. Barang itulah yang iya kenakan saat ini. Dan tentunya harga barang-barang tersebut tidak hanya 1 atau 2 juta. Harganya bisa sampai ratusan juta bahkan milyaran. Barang tersebut dapat ia peroleh dengan mudah. Tentunya dengan berkerja.

 

Dan inilah perkerjaan gadis bernama Jung Jessica.

 

 

Jessica memasuki club malam termewah di Seoul. Bunyi alunan house music dengan pengiring DJ kelas dunia menyeruak di telinga siapa pun yang mendengarnya. Semua mata terpana atas kedatangan Jessica. Ia berjalan menuju suatu ruangan yang mungkin private.

 

“Oh dear, you’re so beautiful!” ucap seorang wanita yang umurnya lebih tua dari Jessica.

 

“Haha, kau membuatku tersipu, Mom.”

 

Mom? Pasti kalian mengira dia adalah eomma Jessica. Perkiraan kalian sangat meleset. Wanita itu adalah bos Jessica. Dia yang membuat Jessica seperti sekarang ini. Cantik dan mewah. Itu semua berkat sang empunya, Choi Rae. Wanita berumur 40 tahun itu penampilannya tak kalah mewah dengan Jessica.

 

“Sepertinya malam ini akan ada bonus untukmu. Tamu mu kali ini, seorang pemuda nomor satu di Korea atas pemegang saham tersebesar di bidang design. Mungkin barang-barang yang kau gunakan saat ini salah satu produksinya.”

 

“What?!? Jinjjayo?” mata Jessica memlebar dengan sempurna.

 

“Ne, mana mungkin aku berbohong pada ‘wanita’ luxury kesayanganku ini, hm? Dan satu hal lagi yang perlu kau tau,”

 

“Mworago?” jawab Jessica cepat.

 

“Dia sosok yang sempurna, wajah tampan, dan harta bak air terjun. Jika kau bisa mengikat dia, sungguh mimpimu akan benar-benar terwujud. Kau tau kan apa yang harus kau lakukan?”

 

“Serahkan semua padaku,”

 

 

“Annyeong~” sapa Jessica pada lelaki dihadapannya. lelaki itu segera menoleh kepada Jessica. Seketika matanya melebar, dan dirinya mematung melihat wanita dihadapannya ini.

 

‘Kenapa dia begitu cantik. Aish apa yang kau pikirkan Lee Donghae.’ Pikir lelaki yang ternyata bernama Lee Donghae. Pria itu memalingkan wajahnya dari Jessica sebelum pikirannya jauh terbawa kemana-kemana. Yang mungkin dilakukannya saat ini.

 

“Sesuai pesanmu anak muda. Cantik bak putri, elegant, tidak kampung bahkan terlihat mewah? Sepandang denganmu bukan?” tutur Choi Rae. Donghae tersenyum puas melihat pipi Jessica yang memerah.

 

“Jessica ayo perkenalkan dirimu.” Perintah Choi Rae.

 

“Annyeong, Jessica Jung imnida.” Kenal Jessica sambil mengulurkan tanganya.

 

“Lee Donghae,” jawab Donghae sambil menjabat tangan Jessica.

 

“Ah, lebih baik aku pergi. Dan kuharap kalian dapat bersenang-senang malam ini.”

 

“Ah ne mom, jangan lupa dengan makan malam mu ne,” ucap Jessica. Choi Rae menggangukan kepalanya. Dia berjalan melalui Donghae.

 

“Dia wanita luxury kesayanganku yang aku punya.” Bisik Choi Rae pada Donghae. Donghae hanya membalasnya dengan senyuman evilnya.

 

Mereka berjalan keluar night club itu. Donghae mengaitkan tangannya pada mereka. Mungkin orang tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada mereka. Orang itu sudah menganggapnya sebagai sepasang kekasih. Memang benar perkiraan mereka. Namun lebih tepatnya ‘kekasih satu malam’. Itu lebih tepat sepertinya. Sangat disayangkan akan julukan itu. Mereka sangat cocol menjadi sepasang kekasih sepertinya.

Donghae membawa Jessica menuju hotel mewah berbintang lima di kawasan Gangnam. Hotel kalangan kelas atas yang dikhususkan untuk pejabat dan penguhasa di Korea. Donghae membelah kota Seoul dengan mobil mewah White Audi R8 miliknya. Membuat decak kagum wanita yang duduk disampingnya itu.

 

 

Mereka berdua tiba di depan pintu kamar hotel tersebut. Donghae yang tidak sabaran ingin mendengar yeoja disebelahnya meneriakkan namanya saat ia menyentuh titik terdalam yeoja tersebut segera mengeluarkan sebuah kartu dan menggesekannya pada suatu alat yang menempel di sisi kanan pintu, dan pintupun terbuka. Donghae menutup pintunya dengan cepat dan menguncinya, lalu ia langsung memeluk posesif pinggang Jessica dan menyesap aroma vanilla di leher Jessica. Donghae menggesekkan hidungnya perlahan dileher Jessica.

 

“Eunghh…” lenguh Jessica.

 

Donghae menaikkan cumbuannya dari leher lalu mencium pipi Jessica sekilas dan berakhir di bibir Jessica. Donghae melumat bibir bawah Jessica dan dibalas dengan Jessica yang melumat bibir atas Donghae, Donghae mendorong tengkuk Jessica untuk memperdalam ciuman mereka. Dua lawan jenis tersebut terus melakukan kegiatan tersebut bergantian

 

“Nnghh…”

 

Desahan desahan kecil keluar dari bibir Jessica. Tangan kanan donghae aktif bergerilya mencari pengait mini dress yang terdapat di punggung Jessica.

 

“Gotcha..” ucap Donghae saat dia berhasil membuka pengait mini dress Jessica.

 

“Mmm no bra?….” tanya Donghae, diiringi dengan smirknya. Lalu dengan secepat kilat ia membuka seluruh kain yang menutupi tubuh sempurna Jessica, sehingga Jessica full naked sekarang.

 

Jessica langsung meraup bibir donghae tanpa babibu dan segera melesakkan lidahnya ke dalam mulut donghae,mengajak sang lawan main untuk berperang lidah. Donghae dengan aktif mengusap usap kedua nipple Jessica dengan kedua ibu jarinya,

 

“Nnghhahh sshhh…” desah Jessica saat merasakan tangan dingin Donghae yang menyentuh bagian sensitifnya. Jessica lalu membuka satu persatu kancing kemeja hitam yang dipakai Donghae,lalu mengelus dada Donghae yang berabs dengan sentuhan yang membuat donghae sedikit terangsang.

 

Lalu Jessica memainkan jari telunjuknya kanannya di sekitar nipple Donghae tanpa menyentuhnya, dan itu membuat Donghae mendesah pelan.

 

“mmhh don’t tease me…” desah Donghae. Tangan kiri Jessica yang menganggur segera mengelus elus sesuatu yang menonjol terletak dibawah tubuh Donghae.

“sshhh …” desah Donghae. Jessica menghisap sekilas kedua nipple Donghae dan menurunkan badannya ke bawah Donghae. Jessica meremas remas pelan penis Donghae dari balik celana panjang yang dikenakan Donghae,

 

“Aah jebal buka celana ku! Ini sangat sempit sic-ah” ucap Donghae tak sabar. Sica langsung membuka celana sekaligus dalaman namja yang didepannya,dan penis Donghae yang sudah sangat tegang itu menampar pipi Jessica.

 

”Umm, sudah tak sabar rupanya..” ucap Jessica, Jessica langsung menggenggam penis donghae dan mengusap usapkan jempolnya di ujung penis Donghae.

 

“Oohh shit…” desah Donghae.

 

“Suck it!…” ucap Donghae tak sabar sambil memajukan pinggangnya sehingga membuat penis nya menerobos mulut Jessica.

 

“Hhmppph…”desah Jessica. Jessica segera melumat dan menghisap penis Donghae. Jessica menjilat penis Donghae dengan mengikuti alur urat urat yang menonjol di penis panjang Donghae dari pangkal hingga ujung, membuat Donghae mendesah.

 

“mmhh asshhh shit…”desah Donghae. Karena semua penis Donghae tidak dapat masuk ke dalam mulutnya mengurut  sisa penis Donghae yang tidak dapat masuk ke mulutnya.

 

“mmmh yeahh shhh oohh…” desah Donghae saat Jessica menghisap kuat ujung penis Donghae sembari meremas twinsball Donghae.

 

“oughh.. cukup…” ucap Donghae. Donghae segera menggendong Jessica ala bridal style ke tempat tidur dan menindihnya.

 

“eemmhh” desah Jessica.

 

Donghae terkesiap melihat pemandangan surga  di depan matanya. Kulit putih mulus Jessica yang terpampang di depan matanya, payudara yang sintal dengan nipple yang menegang.

 

“kenapa kau melihatnya seperti itu? Untuk apa kau membayarku jika hanya untuk melototi payudara ku ini? Hah.” ucap Jessica. Dengan ganasnya Donghae langsung menjilat dan menghisap nipple Jessica dengan seduktif, tangannya yang menganggur ia gunakan untuk mengelus elus lubang surgawi Jessica.

 

“aaahhh sshhh jebal hahh…” desah Jessica sembari menarik tengkuk Donghae agar memperdalam hisapan Donghae pada nipple Jessica.

 

“sshhh aaahh Donghae-yah…” ucap Jessica.

 

“panggil aku oppa. Ara?” ucap Donghae disela sela kegiatannya memainkan jari jari nya di klirotis Jessica yang sudah membengkak dan menghisap nipplenya yang menegang.

 

“ouuhh sshhh aahh opp aahh…” desah Jessica saat Donghae lansung memasukan tiga jarinya kedalam lubang surgawi Jessica tanpa aba aba sebelumnya. Jessica yang tidak tinggal diam hanya menikmati service yang diberikan, dia langsung mengurut urut kencang penis Donghae dan sesekali memainkan ibu jarinya di lubang penis donghae. Ia dibayar untuk memuaskan bukan? Bukan hanya untuk menikmati service dari namja namja yang membayarnya.

 

“aakkhh shiit…” ucap Donghae saat merasakan sebuah tangan terampil mengurut penisnya. Donghae memainkan lidahnya di tengah payudara Jessica turun  ke bawah payudaranya ke perut hingga sampai di titik sensitive semua yeoja. Vaginanya, Donghae menggesek geseka hidungnya di belahan vagina Jessica.

 

”mmhhh oppah, sshhh ouhh” desah Jessica. Donghae  Menyesap aroma kewanitaan khas jessica. Ia mulai melancarkan aksinya dengan membelai lipatan vagina Jessica, memasukan lidahnya ke lubang kenikmatan Jessica, menjilat vagina Jessica dari bawah ke atas dan diulangi terus menerus.

 

“aaahh sshh oppa jeballl oppaaahh” desah Jessica. Jessica melingkarkan kakinya di pundak Donghae agar namja tersebut memperdalam kenikmatan yang dirasakan Jessica.

 

“eengghh” desah Donghae merasakan penisnya yang tidak sabar ingin merasakan sensasi pijatan vagina Jessica.

 

“ooppa masukan milikmu sekarang! aku sudah tidak tahan!…” ucap Jessica yang merasakan vaginanya berkedut, menandakan aka nada sesuatu yang keluar.

 

“oppaaah, akuhh mau..keluarhh…” ucap Jessica susah payah. Mendengar itu donghae langsung memperkuat isapannya di vagina Jessica.

 

“keluarkan saja chagiya…” ucap Donghae disela sela kegiatannya.

 

“AAAH OPPAAAH…” Jessica pun terengah-engah menikmati orgasme. Donghae langsung menyesap semua cairan yeoja tersebut tanpa jijik sedikitpun dan membaginya dengan Jessica.

 

“ready?…” ucap Donghae meyakinkan Jessica,

 

“mmhhhh…” Jessica hanya membalasnya dengan desahan. Donghae sengaja memainkan penisnya di luar permukaan vagina Jessica untukmenggodanya.

 

“aahh shit cepat ma sss …. AAKHH!” ucap Jessica terputus. Karena Donghae langsung menghentakan semua penisnya kedalam vagina Jessica tanpa aba aba sebelumnya.

 

“oouhhh….” Lenguh Donghae saat merasakan milik Jessica mencengkram erat miliknya.
“aaahh oppa shhh…” desah Jessica saat Donghae mulai menggenjot juniornya dalam tempo yang cepat.

 

“aargghhh sshhh…”erangan tersebut lolos dari mulut Donghae.

 

“fasterhh jebalhh oppaahhh….shhh” ucap Jessica yang pikirannya sudah melayang, ia bahkan tidak dapat mendengar apapun selain desahannya sendiri. Suara alat kelamin mereka menggema di seluruh ruangan. Aroma khas percintaan memenuhi ruangan tersebut.

 

“mmhhh oouuhh…yeahh disitu oppahh” desah Jessica saat Donghae menumbuk g-spot nya.

 

“terushhh… ah.. ahh.ahh oppahh ahh..” mulutnya ternganga merasakan sensasi kenikmatan surgawi,

 

“aaakkhh sicaa akuu mau keluarhhh sshhh” desah Donghae saat merasakan milikinya mulai berkedut didalam vagina jessica.

 

“aahh aku jugaaah changiyaahh…”

 

“AAHHHHH…”

 

Lenguhan dua lawan jenis tersebut memnuhi seisi kamar. Jessica terpejam pasrah menikmati klimaksnya,

 

“hahh… hahh…” Donghae mengecup sekilas bibir Jessica. Lalu berguling kesamping Jessica dan memutuskan kontak tubuh mereka.

 

“thanks for tonight” ucap Donghae.

 

 

Keeseokan paginya, Jessica terbangun sendirian tanpa seorang donghae disebelahnya. Ya seperti biasa, dengan segepok uang di samping tempat tidurnya,

 

Begitulah pekerjaan Jessica. Menjadi wanita pemuas setiap lelaki yang menginginkannya. Tubuhnya dibayar mahal hanya untuk memuaskan nafsu dalam semalaman. Barang mewah yang ia miliki, ya itu semua hasil penjualan dirinya. Sungguh keras dunia ini. Melakukan segala cara untuk memuaskan keinginan.

 

 

Jessica terlihat cemas dengan benda bertandakan dua garis merah yang ia pegang. Perasaannya tak menentu. Kalian pasti tau maksud benda itu. Ya, dia tengah megandung. Hasil perbuatan siapakan ini? Tentunya dengan Donghae. Siapa lagi? Donghae pria terakhir yang memakainya dan setelah itu dia mendapat libur sebulan oleh Choi Rae. Jessica harus memberi tau Donghae. Bagaimana pun juga Donghae telah menanamkan benihnya di dalam rahim Jessica.

Jessica tersenyum ketika ia membayang kelak akan menjadi istri pengusaha sukses. Benar apa yang di katakan Choi Rae. Mimpinya benar-benar akan terwujud.

 

 

“Donghae!! Tapi ini benar anakmu!!”

 

“Tidak mungkin Jessica!!”

 

“Untuk apa aku berbohong, huh?” ucap Jessica sambil menahan tangisnya.

 

“Tentu saja untuk memanfaatkan harta ku. Cih, memang aku tidak tau ide busukmu mu itu, wanita jalang?”

 

“JAGA UCAPAN MU BRENGSEK!! DASAR PRIA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB!!!”

 

Jessica melangkah pergi meninggalkan Donghae. Sungguh ini di luar dugaannya. Ia tidak menduga Donghae akan melakukan ini padanya.

 

“Eomma mianhae…” ucap Jessica lirih.

 

“Eomma, hiks… hiks… jeongmal mianhae. Aku sungguh menyesal, eomma.” Tangisnya.

 

FLASHBACK ON

 

“Eomma dengarkan aku!! Aku sudah muak dengan semua ini. Hidup miskin penuh penderitaan!! Cih! Kau pikir aku manusia macam apa??! Dan kau!!! Bagaimana bisa seorang ibu tidak bisa membahagiakan anaknya?!?”

 

“JESSICA JAGA MULUTMU!! Bisa kah kau menerima keadaan?!!? Bersabarlah, kita pasti bahagia. Tidak sekarang. Tapi nanti.”

 

“NANTI?!? KAPAN HAH?!? HINGGA AKU MATI KELAPARAN, BEGITU MAKSUDMU?!?!”

 

“Eomma!! Sudah cukup dengan semua ini. Lebih baik aku pergi saja dari hidupmu. Mungkin jika jauh darimu aku bisa jauh lebih bahagia. Bahkan bisa hidup bergelimangan harta. Tidak seumur hidup menjadi rakyat jelat macam dirimu!!! Selamat tinggal eomma!”

 

“JESSICA!!”

 

FLASHBACK OFF

 

“Eomma jeongmal mianhaee…” isak Jessica. Sungguh sebuah tamparan keras bagi seorang Jessica. Takdinya berujung mengenaskan. Hamil diluar pernikahan atas ulahnya sendiri dengan tak adanya pertanggung jawaban. ‘Menyesal’ kini satu kata itu sangat berarti baginya. Mimpinya? Hancur begitu saja tanpa secerah kenyataan.

 

“Tenang saja, nae aegy. Eomma akan tetap mengandung dan merawatmu dengan baik.” Bagaimana pun naluri seorang ibu tetap melekat pada Jessica. Mana mungkin dia tega menggugurkan malaikat kecil tidak berdosa yang tengah  di kandungnya.

 

Jessica menyesal. Ia telah durhaka dengan ibunya. Dan inilah akibatnya. Minta maaf? Bahkan ia pun tak pantas. Biarlah dia menjalani hidupnya sendiri. Meninggalkan kenangan pahitnya.

 

 

 

 

1 YEARS LATER

 

Ya, dia sudah menjadi ibu. Cih. Ibu? Apa pantas wanita sepertinya menyandang status Ibu? Jung Ha Na anak perempuan cantik persis sang ibu telah lahir ke dunia.

 

“Ahjumma tolong rawat anakku dengan baik. Dan ku mohon tolong carikan dia orang tua asuh secepatnya. Aku sudah memberinya nama, yaitu Jung Ha Na.”

 

“Ah ne aghassi, kau tidak perlu mencemaskan hal itu. Masalah orang tua asuh sepertinya sudah ada.”

 

“Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Gomawoyo ahjumma.”

 

“Cheonmayo aghassi.”

 

“Oh ya, tolong beri tau pada orang tua asuhnya kalau saya masih hidup. Appanya pun juga.”

 

“Ne aghassi, akan saya sampaikan.”

 

Jessica melangkah berat meninggalkan panti asuhan itu. Jessica telah membulatkan tekatnya. Biar saja anaknya tumbuh dan berkembang di tangan orang tua asuh. Daripada dia hidup dengan ibu seorang ‘mantan’ pelacur. Sungguh tidak lucu jika anaknya mengetahui kelak dia sudah besar nanti. Mau ditaruh dimana muka anak itu?

 

Jessica menitihkan air matanya. Lagi lagi tetes air mata penyesalan. Sepertinya hidupnya penuh dengan penyesalan yang entah beujung dimana.

 

Eomma, mianhae.. aku sudah tumbuh menjadi anak yang durhaka. Tidak pernah mendengarkan perkataanmu. Seandainya aku mendengarkan itu semua. Pasti aku sudah bahagia denganmu, eomma. Bukan berujung seperti ini. Menjadi wanita malam hanya untuk mendapatkan banyak uang. Aku baru menyadarinya, eomma. Untuk apa semua uang haram itu? Lebih baik aku susah senang dengan mu walau hidup penuh penderitaan di jalan yang selayaknya. Jeongmal mianhae, eomma. Aku benar-benar menyesal. Dan aku merindukanmu eomma. Aku ingin bertemu denganmu. Untuk meminta maaf dengan mencium telapak kakimu aku mau. Tapi apakah pantas aku ini? Sepertinya tidak. naega bogoshipeo eomma. Apakah kau baik-baik disana?

 

Dan…

 

Aegy-ah.. mianhae.. eomma tidak bisa merawatmu dengan tangan eomma sendiri. Mungkin lebih baik jika kau bersama orang tua barumu. Tumbuhlah jadi anak yang cantik, pintar, dan ingat jangan nakal dan jangan tumbuh menjadi anak yang membangkan pada orang tuamu seperti eommamu ini.

 

Eomma… Aegy-ah… Ku harap kita bisa bertemu. Berkumpul bersama, bercanda gurau bersama. Dan ku harap memori ku tentang laknatnya masa lalu ini dapat terhapus bersih dari otakku.

 

Sampai jumpa aegy-ah. Eomma menyayangi mu. Saranghae Jung Ha Na. Saranghae Eomma.

 

to be continue

 

 

Advertisements

7 thoughts on “No More Dream: My Humps

  1. yeon sarang says:

    Donghae oppa ko’ gitu.. jessica onnie juga ko anak’y d titipin.. seandainya anak’y nggak jd dititipin n tiba” jess onnie jd orang kaya dadakan banget.. bikin donghae oppa nyesel senyesel-nyeselnya… gimana thor.. but overall its daebak story…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s