Disappeared – Fated for Loving You Part. 2

1426932026877

Tittle : Fated for Loving You

Cast :

Shin Ji Young

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Older Cast : find out for yourself.

Genre : Romance, Marriage llife

Type : Chapter

Rating : PG (Parental Guidance Suggested)

Author : ggktxyz

***

Aku tau kalian saling mencinta walau jarak menghalau. Kau tau? Setiap harinya sahabatku menanyakan tentangmu. Bagaimana keadaanmu disini bersamaku? Dia bilang aku harus menjagamu. Sudah, sudah kulakukan. Sepertinya kalian memang pantas bersama. Biarlah aku yang mengalah demi kebahagian sahabatku dan wanita yang sangat kucinta.

***

Ji Young memasuki lobby perkantoran perusahaan ternama di Korea Selatan. Ji Young menaiki lift dan menekan tombol nomor 19.

Seorang sekretaris menyabutnya dengan ramah ketika ia sampai di tempat yang ia tuju.

“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

“Aku ingin bertemu dengannya,”

“Maaf tapi Tuan Lee sedang…..”

Tanpa menunggu sang sekretaris selesai bicara. Ji Young melangkah tegas memasuki ruangan yang berlabel ‘Direction’.

“Jadi bagaimana keadaannya? …… Apa? Kritis??….. Aku akan segera kesana….. Aku yakin, iya aku mengerti….. Kau tidak memberi tau orang tuannya?……. Kupastikan ia tak tau akan hal ini….. Aku akan pergi kesana setelah semua urusan disini beres…… Baiklah sampai nanti….”

Donghae sedang menghadap jendela membelakangi Ji Young yang tengah berdiri di depan meja kantornya.

“Ekhm…”

Donghae baru menyadari ada seseorang. Dan melihat siapa yang berani masuk kedalam ruangannya tanpa izinnya.

“Youngie? Sejak kapan kau disini?”

Donghae pandai menutupi keterkejutannya.

“Siapa yang sakit?”

Ji Young mengabaikan pertanyaan Donghae.

“Teman.” Jawab Donghae singkat. Ia berjalan kearah Ji Young yang masih betah di tempatnya berdiri.

“Kau akan pergi?”

Donghae menarik tangan Ji Young untuk duduk di sofa ruangannya. Ji Young mengikutinya.

“Apa yang membawamu kemari, hmm? Kau merindukanku?”

“Kau belum menjawab pertanyannku Lee Donghae.”

Donghae menghela nafasnya berat.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya, sayang.”

“Berarti kau memang akan pergi.”

Ji Young sontak bangun dari duduknya dengan menghentakan kakinya.

“Kemana? Berapa lama? Sampai kapan? Dengan siapa?”

“Heii, kau ini kenapa?” Donghae pun berdiri tepat dihadapan Ji Young. Tangannya meraih dagu Ji Young untuk menatapnya.

“Aku akan beri tau nanti. Tidak sekarang, sayang.”

“Sekarang, beri tau aku apa yang membuatmu datang ke kantorku, gadis manis?”

“Huft~ Skripsiku…” Kata Ji Young dengan manjanya. Dan dengan wajah poutnya yang sangat menggemaskan.

Ji Young akan disibukan dengan tugas akhir kuliahnya. Beberapa minggu kedepan dia akan mempersiapkan sidang untuk skripsinya dan untuk kelulusannya dengan menyandang gelar sarjana.

Selama ini Donghaelah yang membantu banyak hal dalam menyelesaikan skripsinya.

***

Ji Young pulang kerumah dengan wajah yang sulit diartikan. Ia menghempaskan tubuhnya pada tempat tidur queen size miliknya. Ingin rasanya ia memejamkan mata dan terlelap.

TokTokTok

Seseorang mengetuk pintu kamarnya dan membuka pintunya perlahan.

“Eomma? Ada apa?”

“Tidak, kau baru pulang ya?”

“Hmm…”

“Kalau begitu segeralah mandi, kita akan makan malam bersama tamu appa.”

“Oh begitukah? Baiklah aku bersiap sekarang.”

Baru saja ingin beristirahat.

Tak lama setelah ibunya keluar dari kamarnya. Ji Young langsung masuk kedalam kamar mandi, seperti apa yang dikatakannya tadi.

Beberapa menit kemudian, Ji Young keluar dari kamarnya. Menuruni anak tangga dengan balutan dress santai selutut berwarna tosca. Ji Young yang terlihat anggun berjalan menuju ruang makan. Appa dan eommanya sudah menunggunya.

Ji Young melihat ada orang asing duduk pada satu meja makan dengannya. Sepasang suami istri dengan busana yang elegan.

Inikah tamu appa?  Wajahnya seperti tidak asing bagiku

“Ah, Youngie. Kenalkan ini adalah rekan bisnis appa,”

“Oh ne, annyeong hasseyo, naneun Shin Ji Young imnida, bangapseumnida,”

“Mereka adalah pemilik perusahaan Cho Corps yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan kita.”

DEG!

Sudah kubilang, ini tidak asing bagiku. Cho Corps adalah penguasa bisnis seantero Korea. Mana mungkin aku tidak mengenalnya. Tapi aku lupa sesuatu tentang perusahaan ini. Sungguh aku benar-benar lupa apa hal itu!!

“Putrimu bagai berlian,”

“Hahaha, kau ini bisa saja, lalu bagaimana dengan putramu?”

Bapak-bapak pembisnis itu berbincang ringan sambil menyantap makan malamnya.

“Sangat bisa diandalkan untuk menangani perusahaan kami di London. Tapi ku dengar kemarin ia sakit dari sekretarisnya.”

“Kau tidak menjenguknya?”

“Dia bilang, tidak perlu. Dia mungkin akan pulang.”

“Kalau putri ku seperti berlian, lantas putramu itu adalah harta karun,”

Semua orang di meja makan itu tertawa.

“Sudah jelas putraku itu adalah harta karun,”

“Sepertinya, harta karun adalah tempat yang tepat untuk menyimpan dan menjaga berlian, ya?” Kali ini istri pembisnis angkat bicara.

“Kedengarannya menarik,” eomma menimpali.

“Bagaimana kalau kau simpan saja berlianmu dalam harta karunku?”

“Hmm… Ide yang bagus!” Jawab eomma antusias.

Hei apa maksud perandaian kalian? Menyimpan berlian dalam harta karun?

Entahlah, mungkin mereka lelah.

***

Sudah hampir seminggu, Ji Young dan Donghae tidak saling berhubungan. Ji Young difokuskan pada sidang tugas akhirnya. Sedangkan entah pada Donghae.

Ji Young selalu mencari waktu di tengah kesibukkannya untuk menghubungi Donghae. Namun, Donghae tidak membalas pesannya barang sekali.

Sampai pada hari ini, di hari Ji Young menyandang gelar sarjananya. Bahkan saat Ji Young dengan cantiknya memakai toga. Ia belum mendapat balasan tentang kabar Donghae. Ji Young sangat mengaharapkan kehadiran Donghae diacara wisudanya.

Ji Young membaca pesan dari Donghae seminggu yang lalu, sebelum mereka lost contact.

From: Lee Donghae❤

JiYoungah, akuakan pergi. Jaga dirimu baik-baik. Aku sungguh mencintaimu. Saranghae.

Ps: Janganmenangislagi, kautidakperlulagimelakukannya. Akumencintaimu.

Mungkin ini keseribu kalinya Ji Young menghubungi Donghae. Jawabannya tetap sama. Tidak dapat dihubungi.

Dia juga sudah berusaha menghubungi kantor miliknya. Namun nihil, Lee Donghae memang pergi. Dan sekretarisnya tidak menyimpan agenda kepergian atasannya itu.

Lee Donghae dimanakau sebenarnya? Tidaktaukahkau, aku mengkhawatirkan keadaanmu?

“Youngie, apa kau sakit?”

“Mm, tidak eomma aku baik-baik sajaa, hanya sedikit lelah,”

“Wajahmu pucat, kau terlihat mencemaskan sesuatu, ada apa?”

“Tidak ada apa-apa eomma, sungguh aku baik-baik saja,”

Ji Young meyakinkan eommanya.

***

Mereka sampai di rumah setelah mengikuti serenteta  acara wisuda yang melelahkan. Pikiran Ji Young tidak bisa diam. Ia terus memikirkan keadaan Donghae yang kini pergi entah kemana.

Ji Young memasuki kamarnya. Duduk disebelah tempat tidurnya. Ia melihat sesuatu yang ganjil.

Sebuah bingkai foto jatuh dan terpecah belah. Tangannya terulur dengan gemetar mencoba mengambil foto yang terselip di pecahan kaca bingkai itu.

DEG!

Fotonya dengan Donghae.

Firasat buruk.

Ya tuhan, ada apaini? Apa yang terjadi pada Donghae?

Jerit Ji Young dalam hati. Ji Young tidak bisa bernapas. Terdiam kaku menatap fotonya dengan Donghae. Tetes air mata jatuh dari pelupuk mata Ji Young membasahi kertas foto itu.

Donghae begitu berarti bagi Ji Young. Dia sangat mencintai Donghae sebagai seorang kakak sekaligus teman terbaik yang pernah ada. Tidak seperti Donghae yang menganggap Ji Young lebih dari sekedar adik.

Jauh di dalam lubuk hati, Ji Young merasa menjadi perempuan paling tidak punya hati dan perasaan. Bagaimana ia bisa mencintai lelaki lain yang sudah pergi dari hidupnya, sedangkan sudah jelas ada seorang lelaki yang mencintainya dengan sangat di depan matanya.

Lee Donghae maafkan aku

***

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s