Unbelievable – Fated for Loving You Part. 5

Tittle : Fated for Loving You

Cast :

Shin Ji Young

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Older Cast : find out for yourself.

Genre : Romance, Marriage llife

Type : Chapter

Rating : PG (Parental Guidance Suggested)

Author : ggktxyz

***

Aku tak percaya kau kembaliAku tak dapat mengungkapkan perasaanku. Apakah kau kembali untukku?

***

Lilin lilin kecil menghiasi meja makan di sebuah restaurant high class. Tersaji beberapa hidangan di atasnya. Aura kecanggungan tercetak jelas pada kedua orang yang saling menutup mulut.

Yatuhan, aku masih belum percaya bahwa pria yang akan dijodohkan denganku adalah….

Ji Young masih berdiam diri dalam tundukan kepalanya. Enggan melihat seorang pria yang berada dihadapannya saat ini. Ya, seperti kata eomma. Calon suaminya. Kesunyian terpecah saat akhirnya Ji Young sendiri yang membuka suara.

Ji Young mempunyai ide yang bagus untuk menghindari dari suasana yang begitu canggung.

“Permisi, sepertinya aku harus ke toilet…”

“Tidak perlu…”

Ji Young tersentak ketika pria dihadapannnya berbicara. Pria itu seperi dapat membaca pikirannya.

“Aku tau kau hanya ingin menghindariku…”

Cho Kyuhyun, kau tidak berubahSelalu membuat orang membeku dengan perkataanmu.

Ji Young berdiri dari tempat duduknya. Tidak tahan lagi dengan suasana yang mencekam perasaannya. Ji Young berjalan kearah jendela di sudut ruangan restaurant itu. Tertunduk dan berdiam diri menyembunyikam air mata yang ia bendung sejak tadi.

Hiks… Hiks…

Persetan, bagaimana aku bisa terisak seperti orang bodoh?!

Kyuhyun melihat bahu Ji Young sedikit bergetar. Ia tau bahwa Ji Young sedang menangis. Kyuhyun berjalan perlahan menghampiri Ji Young disudut ruangan sana.

Kyuhyun membalikan badan Ji Young. Ji Young semakin tertunduk dibuatnya. Tangan Kyuhyun menyentuh dagu milik Ji Young dan menarik wajahnya. Kyuhyun meneliti wajah Ji Young. Sedangkan wajah Ji Young basah karena air mata dan memejamkan matanya masih enggan untuk menatap Kyuhyun.

“Hei, Ji Youngiee…” Kyuhyun berucap pelan, hampir seperti bisikan.

Yatuhan, suara itu

Ji Young bergidik ketika mendengar suara Kyuhyun.

“Buka matamu dan tatap aku,”

Ji Young membuka matanya perlahan. Namun bola mata itu masih mengarah kebawah masih belum ingin menatap wajah Kyuhyun dihadapannya saat ini.

“Tatap mataku!” Perintah Kyuhyun.

Ji Young sudah tidak berani lagi melawan kalau Kyuhyun sudah berbicara dengan nada seperti itu.

Kau masih menjadi pria pemaksa seperti dulu

Perlahan bola mata Ji Young mengarah pada wajah Kyuhyun. Wajah yang ia rindukan selama ini. Wajah yang selalu ia harapkan dapat ia lihat setiap harinya.

Ya tuhan, tolongaku. Sanggupkah aku menatap wajahnya?

Ji Young tak sanggup ketika air matanya keluar dari pertahanannya. Jauh di dalam lubuk hati seorang Cho Kyuhyun, ia sangat tidak tega melihat seorang wanita menangis dihadapannya.

Kyuhyun tak ingin melihat air mata itu. Kyuhyun menarik pinggang Ji Young, dan membawanya kedalam pelukannya.

Nyaman.

Aku merindukan pelukan ini sungguh!!

Tangis Ji Young semakin tumpah dalam dekapan Kyuhyun. Entah harus diungkapkan dengan cara apa lagi akan rasa rindu yang ia rasakan terhadap seorang lelaki yang sedang membawanya ke dalam pelukannya. Seorang lelaki yang begitu ia cintai. Seorang lelaki yang juga pernah meninggalkan dirinya dengan perasaan berharap untuk kembali padanya ditiap waktu yang berputar.

Bahagia. Itu yang Ji Young rasakan.

Kebahagiaan itu sukses menghapus rasa rindunya saat air matanya pun sudah tidak mengalir. Dan ia pun menyudahi acara sesegukan karena tangisnya. Tetap dalam dekapan Kyuhyun, ia pun bosan mengunci mulutnya yang belum mengeluarkan suara sejak dalam dekapan Kyuhyun.

“Cho…”

“Hmm?” Kyuhyun menjawab panggilan Ji Young sambil mengelus rambut halus Ji Young yang tergerai indah malam ini.

“Maaf…”

“Untuk apa?”

“Aku benar-benar merindukanmu…”

“Aku tau bodoh, lihatlah, kemeja mahalku ini basah karena air matamu!”

“Ah, Cho Kyuhyun bodoh!” Ji Young melepaskan dirinya dari dekapan Kyuhyun.

“Waeyo?” Kyuhyun bertanya heran. Entah karena dirinya dibilang bodoh atau karena Ji Young melepaskan pelukannya.

“Aku benci padamu!”

“Sebenarnya apa maumu? Tadi kau bilang kau rindu padaku sekarang kau benci padaku, huh?”

Ji Young semakin kesal karena sikap Kyuhyun. Ji Young beralih dan melangkahkan kakinya menuju meja makan dan duduk disana. Kyuhyun mengekor perlahan menuju tempat duduk di depan Ji Young.

Ji Young meraih alat makan yang disediakan. Lalu menyantap sajian didepannya tanpa memperdulikan Kyuhyun yang hanya menatap dan memperhatikan gerak-geriknya.

Kedua ibu mereka masuk setelah acara Ji Young menangis-dipelukan-Kyuhyun.

“Bagaimana makan malam kalian?”

“Sangat baik, Ji Young sangat baik dan menggemaskan.” Jawab Kyuhyun sambil nenarik pinggang Kyuhyun untuk mendekat padanya.

Aish jeongmal, apa-apaan orang ini?

“Wah kalian berdua saling mempunyai chemistry.” Ujar Han Young ibu Ji Young.

“Benar sekali, bagaimana kalau kita segera mempercepat acara pertunangan untuk mereka dan dengan begitu kita dapat segera melangsungkan pernikahan mereka?” Ungkap Mrs. Cho

“Kalau begitu lusa kita akan langsungkan acara tunangan.” Putranya menanggapi.

“Cho… Apa kau serius dengan perkataanmu?”

“Apa aku terlihat sedang bergurau?”

Ji Young melongo parah dan menatap Kyuhyun meminta penjelasan. Matanya membesar menatap Kyuhyun seolah-olah mengatakan ‘Ya! Apa kau gila?’

Sedangkan Kyuhyun hanya menatap Ji Young biasa dengan mata yang seolah berbicara ‘Diam kau! Akan ku jelaskan nanti.’

“Lihatlah kalian benar-benar cocok.” Han Young berbicara.

“Baiklah eomma akan menyipakan acara pertunangan kalian lusa nanti. Han Young, putrimu tidak keberatan kan?”

“Ji Youngie, bagaimana dengan dirimu?”

“Tidak, kami sudah mendiskusikannya tadi. Ji Young setuju.” Kyuhyun membalas pertanyaan Han Young dengan cepat menutupi reaksi Ji Young yang gelagapan dengan pernyataan tadi.

Ya Cho Kyuhyun! Sejak kapan kalian mendiskusikan hal itu?! Apakah Ji Young sudah mengiyakan pernyataanmu tadi? Ji Young menatap Kyuhyun kesal.

Benarbenar lelaki sinting!

Kyuhyun mencubit pinggang Ji Young pelan pertanda bahwa tidak ada kata penolakan yang akan diajukan oleh Ji Young.

Ji Young tidak bisa berkutik. Sebenarnya ini terlalu cepat menurut Ji Young. Tapi mau bagaimana lagi, Ji Young tidak enak hati untuk menolak. Meskipun dalam hatinya ia ingin menolak. Apalagi saat Ji Young menatap mata ibunya yang berbinar, ketika mendengar bahwa lusa putrinya akan melakukan pertunangan.

Ya tuhan bagaimana ini

Seketika seseorang terlintas dipikiran Ji Young.

Lee Donghae…

***

To be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s